Seekor Kucing Ditangkap Polisi Gegara Selundupkan Narkoba ke Penjara

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Kepolisian Sri Lanka menahan seekor kucing yang kedapatan menyelundupkan narkoba ke sebuah penjara.

Menyadur Gulf News, kucing tersebut dengan membawa sebuah paket obat terlarang, berusaha menyelinap ke Penjara Welikada pada Sabtu (1/8) lalu.

baca juga: Timothy, Orang Pertama yang Sembuh dari HIV Meninggal akibat Leukemia

Pejabat kepolisian mengatakan hewan berbulu itu membawa hampir dua gram heroin, dua kartu SIM, dan chip memori.

Barang-barang tersebut diletakkan di dalam kantong plastik kecil yang diikatkan di leher kucing.

baca juga: Kantongi Sabu, Warga Pasar Usang Guguek Solok Diciduk Polisi

Setelah ditemukan oleh petugas intejilen, pihak penjara langsung menahan si kucing beserta selundupannya.

Namun belakangan, kucing kurir ini dikabarkan kabur dari penjara dengan keamanan tingkat tinggi ini pada Minggu (2/8).

baca juga: KRI Sultan Hasanuddin 366 Gelar Latihan Bersama Kapal Perang Turki, Ini Tujuannya

Hingga kini, belum diketahui keberadaan hewan yang dijadikan kurir ini. Adapun paket yang dibawa kucing telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Penjara Welikada, salah satu penjara utama di Sri Lanka, melaporkan adanya peningkatan pengiriman paket-paket berisi narkoba dan alat komunikasi.

baca juga: Peneliti Jepang: Tes Swab Tidak Diperlukan Lagi, Ini Alasannya

Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas insiden orang melemparkan paket-paket kecil berisi obat-obatan, ponsel, hingga pengisi daya telepon lewat dinding gedung penjara, semakin meningkat.

Penggunaan kucing untuk menyelundupkan narkoba ini terjadi setelah pengedar menggunakan burung untuk melakukan tugas serupa.

Pekan lalu, kepolisian menangkap seekor elang yang diduga digunakan untuk menyelundupkan narkoba dan mendistribusikan narkotika di pinggiran kota Kolombo.

Sri Lanka tengah berjuang melawan masalah peredaran narkoba , termasuk dengan beberapa detektif anti-narkotika yang malah terlibat dalam penjualan obat-obatan yang disita.

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri