Tak Menggembirakan, Hewan Kurban di Payakumbuh Menurun, Persentase Betina yang Disembelih Meningkat

Ilustrasi.
Ilustrasi. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskeswan Dinas Pertanian Kota Payakumbuh mencatat data hewan kurban yang tidak terlalu mengemberikan pada Idul Adha 1441 Hijriah tahun ini.

Secara keseluruhan, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, yaitu dari 1.784 pada 2019 menjadi 1.756 di 2020.

baca juga: Sebanyak Empat Personel Polres Payakumbuh Positif COVID-19 Setelah Berkegiatan Padang

Tidak hanya mengalami penurunan dari sisi jumlah, persentase ruminansia betina yang disembelih juga mengalami peningkatakan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 61 persen menjadi 67,37 persen pada 2020 ini.

"Berdasarkan data yang kami kumpulkan di lapangan, memang hewan kurban tahun ini masih didominasi oleh ruminansia betina. Persentasenya juga meningkat dari kurban tahun sebelumnya," kata Kepala UPTD Puskeswan Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Trisna Yesi, Senin (3/8) kemarin.

baca juga: Riza Falepi Ingatkan ASN Pemko Payakumbuh untuk Jaga Netralitas di Pilkada

Dari ciri-ciri fisik hewan betina yang disembelih untuk kurban hewan tersebut, sebagian besar disinyalir masih digolongkan ke ruminansia betina produktif.

"Kami hanya melihatnya dari bentuk fisiknya. Kalau memastikannya tentu harus ada pengecekan kebuntingan atau pengecekan ke alat reproduksinya," ujarnya.

baca juga: Baliho Paslon Pilkada Sudah Bertebaran, Bawaslu Sumbar: Itu Bukan APK Resmi dan Akan Ditertibkan

Ia menyebutkan dalam tiga tahun terakhir sebelumnya, persentase jumlah hewan betina yang dikurbankan telah menunjukkan hal yang positif. Sebab, setiap tahun persentasenya terus menurun.

"Pada 2017 itu ruminansia jantan yang disembelih hanya empat persen, 2018 naik ke 12 persen. Dan pada 2019 naik signifikan menjadi 39 persen. Sekarang kembali menurun," sebutnya.

baca juga: Update COVID-19 di Lima Puluh Kota, 11 Sembuh dan 6 Positif

Berdasarkan penelusuran pihaknya di lapangan, terjadinya peningkatakan persentase ruminansia betina yang disembelih pada Idul Adha tahun ini tidak bisa dilepaskan dari situasi pandemi virus Corona atau COVID-19 yang memberikan pengaruh signifikan terhadap perekonomian masyarakat.

"Memang harga yang jantan lebih mahal dibandingkan betina," katanya.

Untuk itu, Yesi berharap persentase sapi jantan yang disembelih akan kembali meningkat di tahun-tahun selanjutnya. Pihaknya juga akan terus menyosialisasikan aturan terkait penyembelihan ruminansia produktif yang sudah dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat (4).

"Mudah-mudahan ini memang karena pandemi COVID-19, sehingga tahun besok persentasenya kembali meningkat (hewan jantan yang disembelih)," pungkas Trisna Yesi. (*)

Editor: Taufik Hidayat