Mendikbud Nadiem Dilaporkan ke Komnas HAM, Ini Alasannya

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (Net)

KLIKPOSITIF - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia atau HAM ke para pelajar se-Indonesia. Nadiem dilaporkan ke Komnas HAM, Senin (3/8/2020) kemarin.

Pihak yang melaporkan adalah para mahasiswa Universitas Negeri Semarang atau Unnes.

baca juga: Tumbang Lawan Chen Long di Olimpiade, Peluang Anthony Ginting Raih Emas Sirna

Mahasiswa Unnes mengganggap Mendikbud telah melakukan pelanggaran HAM kepada para pelajar, termasuk mahasiswa .

Perwakilan mahasiswa Unnes, Franscollyn Mandalika menyebutkan ada dua alasan yang melatarbelakangi kelompoknya mengadukan Mendikbud Nadiem Makariem ke Komnas HAM.

baca juga: Ini Profil dan Perjalan Karir Noah Gesser, Pemain Muda Ajax Keturunan Indonesia yang Meninggal Akibat Kecelakaan

"Pertama berkaitan dengan biaya kuliah di masa pandemi Covid-19. Di tengah merosotnya perekonomian nasional , yang juga dirasa mahasiswa maupun keluarganya, Mendikbud dianggap tidak peka. Ia justru menerbitkan Permendikbud No. 25/2020," ujar Franscollyn dalam keterangan resmi yang diwartakan Solopos.com.

Franscollyn menambahkan dengan Permendikbud Nomor 25/2020 itu seolah-olah negara justru mewajibkan mahasiswa melakukan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) secara penuh pada masa pandemi Covid-19.

baca juga: TC Timnas Tergantung Pemerintah Terkait PPKM Level 4

Padahal, selama pandemi Covid-19 seluruh kegiatan perkuliahan diganti dengan metode daring.

Hal itu pun membuat mahasiswa tak memperoleh hak untuk mendapatkan fasilitas dan layanan pendidikan di kampus .

baca juga: Gelandang AC Milan Ini Positif Covid-19, Bagaimana dengan Pemain Lain?

Sementara itu, alasan yang kedua Unnes mengadukan Nadiem ke Komnas HAM berkaitan dengan pembungkaman ruang demokrasi serta tindak represif kampus kepada mahasiswa .

Hal ini kerap terjadi saat mahasiwa melakukan aksi demo menuntut keringanan biaya kuliah di masa pandemi.

Sumber: solopos.com

Editor: Eko Fajri