Ini Sejumlah Persoalan di PDAM Payakumbuh yang Mesti Dibenahi

PDAM Kota Payakumbuh.
PDAM Kota Payakumbuh. (Ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Sago Kota Payakumbuh , Khairul Ikhwan mengungkapkan sejumlah persoalan yang harus dibenahi untuk ke depannya.

Diantara yang harus dibenahi adalah meningkatkan waktu hidup air di daerah itu. Apalagi di sejumlah titik, masih ditemukan air PDAM yang hanya hidup di malam hari.

baca juga: Baliho Paslon Pilkada Sudah Bertebaran, Bawaslu Sumbar: Itu Bukan APK Resmi dan Akan Ditertibkan

"Kalau untuk kualitas air sudah bagus. Di waktu-waktu tertentu air PDAM kita sudah bisa dijadikan air minum," sebut Ikhwan, Selasa (4/8).

Dikatakannya, untuk meningkatkan waktu hidup air pihaknya akan berupaya meningkatkan debit air. Selain tetap bertumpu pada air dari Batang Tabik, pihaknya juga memaksimalkan Water Treatment Plant (WTP) yang berlokasi di Batang Agam.

baca juga: Update COVID-19 di Lima Puluh Kota, 11 Sembuh dan 6 Positif

"Untuk saat ini, WTP di Batang Agam baru dapat menghasilkan 50 liter per detiknya. Ini yang juga akan kami maksimalkan," katanya.

Mantan dewan pengawas PDAM Kota Padang itu menyebut, berdasar estimasi yang disusun, WTP Batang Agam seharusnya bisa menghasilkan debit air mencapai 100 liter setiap detiknya. Karena WTP yang dimiliki saat ini memiliki dua kompartemen, namun baru berfungsi satu kompartemen.

baca juga: Bawaslu Payakumbuh Ajak Masyarakat untuk Ikut Berpartisipasi Dalam Pengawasan Pilkada

PDAM Kota Payakumbuh juga tengah menyiapkan dua sumber lainnya, yakni yang berasal dari mata air di Aia Tabik dan dari embung yang ada di kubang gajah.

"Kalau dari Aia Tabik ini akan dapat menghasilkan 40 liter di setiap detik. Ini dalam dua bulan ke depan InsyaAllah akan siap," ujarnya.

baca juga: Indeks Kerawanan Pemilu Sumbar Tertinggi Nasional, Bawaslu Siapkan Strategi Pengawasan

Ia mengatakan dengan adanya penambahan sumber ini, diharapkan dapat menambah rata-rata hidup air di Payakumbuh 16 Jam sampai 18 jam sehari.

"Kalau sekarang baru 8 jam sampai 10 jam. InsyaAllah apabila rencana ini berjalan, rata-rata waktu hidup air akan bertambah. Serta tiga hal utama, yakni kualitas, kuantitas dan kontinuitas akan terpenuhi," sebutnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat