Akses Kelok 44 Ditutup, Sopir Bus Mengaku Merugi

Bus Harmoni Trayek Bukittinggi-Lubuk Basung
Bus Harmoni Trayek Bukittinggi-Lubuk Basung (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF --Sejumlah sopir bus trayek Bukittinggi-Lubuk Basung mengaku menanggung kerugian akibat ditutupnya Kelok 44 . Salah satunya adalah Anto, sopir bus Harmoni yang sudah cukup lama beroperasi di jalur tersebut.

"Ya jelas banyak rugilah. Rugi berupa waktu dan bahan bakar. Jika Kelok 44 lama selesainya, tentu saya akan sangat susah jadinya,"katanya, Rabu 5 Agustus 2020.

baca juga: Akan Divaksin, Ini Jawaban Pedagang Pasar Raya Padang

Ia mengungkap kerugian bahan bakar per-harinya mencapai Rp 100 ribu-an dari angka normal ,sementara waktu tempuh yang biasanya 2-3 jam menjadi 5 jam "Karena jalan di Kelok 44 ditutup, tentu kita memutar. Kadang-kadang lewat Palembayan, Malalak bahkan ada ke Padang Panjang. Tergantung permintaan penumpang, sebab penumpangnya itu ke itu saja,"ujar Anto.

Kendati demikian, menurutnya, ongkos sekali jalan perpenumpangnya tidak dinaikkan, tetap Rp 25 ribu. Hanya saja, kebanyakan penumpang memberi ongkos lebih karena jauhnya rute.

baca juga: Banyak Nagari Sepakat Untuk Pemekaran Kabupaten Agam

"Selama COVID-19, penumpang memang jauh turunnya. Itu saja sudah membuat payah, sekarang ditambah lagi rute yang jauh, kita sangat berharap Kelok 44 cepat rampung,"pungkasnya.

Kemarin, perbaikan Kelok 44 pasca longsor dimulai, praktis untuk sementara waktu jalan ditutup total. Sementara untuk roda empat, jalur itu sudah tertutup sejak longsor pada Minggu 26 Juli 2020.

baca juga: Besok, Dinkes Agam Jemput 320 Vial Vaksin Sinovac

Sebelumnya, terjadi jalan amblas persisnya di Kelok 10 yang berlokasi di Nagari Maninjau. Jalan amblas sejauh 10 meter dan memakan badan jalan selebar 2,5 meter.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Ramadhani