PMI Padang Krisis Darah Selama Pandemi

Ilustrasi darah
Ilustrasi darah (Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Selama Pandemi, Palang Merah Indonesia ( PMI ) Kota Padang mengalami kekurangan stok darah mencapai 80 persen.

Terhitung, kekurangan tersebut mulai terjadi sejak Maret 2020 lalu. Stok darah yang biasanya tidak kurang dari 1000 kantong, selama pandemi terus berkurang.

baca juga: Bawaslu Pessel Sebut Kepala Kampung Masuk Pihak yang Dilarang Dukung Paslon

"Biasanya kami memiliki stok darah mencapai 1000 kantong per hari. Saat ini hanya sebanyak 200 kantong saja per hari," kata Kepala Unit Trnafusi Darah (UTD) PMI Kota Padang , Widyarman, Rabu 5 Agustus 2020.

Menurutnya, krisis darah tersebut terjadi karena kurangnya masyarakat yang melakukan kegiatan donor. "Donor darah kan harus ada keramaian, selama pandemi kan dilarang melakukan kerumunan," lanjutnya.

baca juga: Satpol PP Padang Kembali Tindak Tempat Hiburan Malam

Meskipun begitu, stok darah yang tersisa setiap harinya itu dianggap masih cukup untuk memenuhi kebutuhan darah di Kota Padang .

"Kebutuhan darah di Kota Padang setiap harinya rata-rata sebanyak 150 kantong. Stok darah saat ini masih bisa memenuhi kebutuhan ini," lanjutnya.

baca juga: Agam Catat Rekor Pasien COVID-19 Sembuh Terbanyak

Ia mengatakan, pihaknya kembali menggencarkan pendonor darah agar bisa kembali memenuhi stok darah yang saat ini kurang dibanding biasanya.

"Saat ini mengantisipasinya kami mengimbau masyarakat yang langganan melakukan donor darah untuk memenuhi kebutuhan ini," tutupnya.

baca juga: Cuti Ikuti Pilgub, Mahyeldi Tinggalkan Rumah Dinas

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Ramadhani