Jelang HUT RI, Penjualan Bendera Laris Manis di Pariaman

Penjualan bendera di Pariaman
Penjualan bendera di Pariaman (Rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Di Kota Pariaman warga diimbau mengibarkan bendera merah putih selama satu bulan. Agar imbauan ini sampai ke tengah masyarakat, setiap masjid diminta untuk menyampaikan imbauan tersebut.

Perihal tersebut menguntungkan bagi pedagang bendera di Pariaman , setidaknya untuk perayaan HUT RI ke 75 ini, stok lebih banyak disediakan ketimbang tahun sebelumnya.

baca juga: Meriahkan HUT Pariaman, Pemko Gelar Lomba Foto

Yadi Zakiar, salah seorang pedagang bendera yang KLIKPOSITIF temui di Kampuang Pondok, Pariaman , menuturkan bahwa semenjak awal Agustus 2020 hingga kini sudah banyak bendera yang terjual.

"Benar, meskipun ada pandemi namun daya beli tetap tinggi, sudah banyak yang beli," ungkap Yadi Zakiar, Rabu 5 Agustus 2020.

baca juga: Tinggal Dua kelompok Pengrajin Batik Sampan yang Masih Bertahan di Pariaman

Lebih lanjut pedagang yang kerap disapa Yadi itu harus menyediakan stok lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya.

"Iya, untuk stok tahun ini lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya. Nah saya jual ada beberapa jenis bendera diantaranya Marawa dan bendera dengan berbagai ukuran," jelas Yadi.

baca juga: Pemko Pariaman Bangun 1.000 Septic Tank untuk Warga

Dikatakannya juga untuk harga jual bendera dibanderol dengan harga bervariasi, tergantung ukuran dan jenis bendera .

"Kalau harga beda-beda. Untuk bendera Marawa itu dari harga Rp25 ribu hingga Rp60 ribu. Sementara untuk harga bendera gantung di tiang harganya mulai dari Rp20 ribu hingga Rp25 ribu, ukuran kecil-sedang," sebutnya.

baca juga: Polres Pariaman Bekuk Seorang Pria Diduga Pengedar Narkoba

Yadi juga katakan, untuk harga bendera dengan ukuran besar atau lebih 2 meter dijual seharga Rp40 ribu hingga Rp60 ribu.

Diketahui juga darinya, untuk pasar atau pembeli bendera yaitu instansi dan warga. "Kalau bendera Marawa itu yang beli banyak dari pihak sekolah dan instansi pemerintah sedangkan bendera tiang itu kebanyakan warga yang beli," ulas Yadi.

Penulis: Rehasa | Editor: Haswandi