Termasuk Mantan Kepala Inspektorat Lima Puluh Kota, 3 Tersangka Dugaan Korupsi Transmigrasi Ditahan

Tersangka dugaan kasus korupsi transmigrasi Kabupaten Lima Puluh Kota di Kejari Payakumbuh.
Tersangka dugaan kasus korupsi transmigrasi Kabupaten Lima Puluh Kota di Kejari Payakumbuh. (Ist)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Kejari Payakumbuh langsung menahan tiga orang tersangka dugaan korupsi tranmigrasi yang terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota beberapa tahun lalu, diantara yang ditahan tersebut adalah mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Lima Puluh Kota , AZD.

Dua orang lainnya yang juga ditahan adalah ML yang merupakan seorang Aparat Sipi Negara dan SU selaku pihak rekanan dari PT. BPB. Penahanan sendiri langsung dilakukan Kejari Payakumbuh setelah ketiganya diserahkan oleh Tipikor Satreskrim Polres Lima Puluh Kota , Rabu (5/8).

baca juga: Ajak Warga Dukung Pembangunan Tol Pekanbaru-Padang, Irfendi Arbi Ungkap Dampak Positif untuk Daerah

Penyidik Tipikor Polres Lima Puluh Kota yang dipimpin Kanit Tipikor Satreskrim Polres Limapuluh Kota, Iptu Hery didampingi Dua orang penyidik, ketika pelimpahan berkas ke Kejari, selain menyerahkan tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi tranmigrasi, pihaknya juga juga menyerahkan sejumlah barang bukti lain.

"Hari ini (Rabu, 5/8) kita juga menyerahkan puluhan barang bukti terkait proyek yang diduga merugikan negara mencapai ratusan juta rupiah itu. Diantaranya, dokumen kontrak, dokumen pembayaran serta sejumlah SK," sebut Iptu Herry.

baca juga: Operasi Pekat, Satreskrim Polres Lima Puluh Kota Amankan Tersangka Judi Koa

Sementara itu, Kepala Kejari Kota Payakumbuh, Suwarsono mengakui kalu pihaknya melakukan penahanan terhitung Rabu (5/8) hingga dua puluh hari ke depan.

"Untuk ketiganya langsung kita tahan hingga beberapa hari ke depan. Mereka kita titipkan di Lapas Kelas II B Payakumbuh," jelasnya.

baca juga: Sempat Tersendat Akibat Longsor, Jalur Sumbar Riau Kini Sudah Lancar

Dari pantauan di Kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh Kawasan Koto Nan IV Kecamatan Payakumbuh Barat, usai penyerahan tersangka dan barang bukti, para tersangka digirng ke mobil tahanan Kejaksaan yang beberapa jam sebelumnya telah disiagakan di Halaman Kantor Kejaksaan.

Penasehat Hukum terdakwa SU, Setia Budi berharap agar pihak Kejari Payaumbuh membuka kasus tersebut seluas-luasnya dan seluruh pihakterkait dengan proyek tersebut juga diseret untuk ikut mempertanggungjawabkan perbuatannya.

baca juga: Terima Surat Cuti Dari Gubernur, Wabup Lima Puluh Kota Tinggalkan Rumah Dinas Pada 25 September

"Kita hormati proses hukum yang berlangsung, namun kita juga minta agar pihak-pihak lainnya yang juga terkait dengan proyek ini juga harus bertanggung jawab, karena klien kami mengerjakan proyek itu sudah tangan kedua, atau sebelumnya sudah ada perusahaan lain yang mengerjakan dan terbengkalai," tuturnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat