Seperti Apa Sosok Pemimpin Sumbar yang Diinginkan Koalisi Poros Baru?

Koalisi poros baru
Koalisi poros baru (KLIKPOSITIF/Fitria Marlina)

PADANG, KLIKPOSITIF - Wakil ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Sumatera Barat, Afrizal mengatakan, sosok pemimpin yang dicari koalisi poros baru, yakni mereka yang diterima oleh 5,5 juta masyarakat Sumbar, bukan oleh segelintir orang. Hal itu diungkapkan Afrizal di DPRD Sumbar, Rabu, 5 Agustus 2020.

"Mereka bukan yang diinginkan dan dimiliki segelintir orang, tapi mereka adalah milik masyarakat Sumbar. Dan dalam kriterianya, umur bisa jadi berpengaruh. Bisa jadi satunya tokoh millenial bisa jadi satunya lagi tokoh yang berpengalaman dalam bidang birokrasi dan sosial kemasyarakatan," katanya.

baca juga: Sekdaprov Sumbar: 8 Pjs Dilantik Sore Ini, Berikut Nama-namanya

Ia mengatakan koalisi poros baru menerima secara pendaftaran secara individu dan berpasangan. Kita belum lihat siapa yang mau daftar. Besok kita buka pendaftaran. Tapi dari telepon yang masuk itu sudah lebih dari sembilan orang yang menanyakan jadwal kapan saya bisa mendaftar untuk bacagub dan bacawagub," tuturnya.

"Ini menjadi surprise bagi kita, yang tidak kita bayangkan ternyata antusias. Sedangkan syarat yang kita lakukan dalam menentukan bakal calon adalah elektabilitas, survei dan pembiayaan. Tidak mungkin tidak ada biaya dalam hal ini, dan tentunya untuk berapa butuhnya pembiayaan kita serahkan kepada mereka, karena tidak mungkin kita dikte mereka dengan kantong mereka," jelasnya.

baca juga: Dapat Nomor Urut 1, Mulyadi - Ali Mukhni: Itu Nomor yang Sempurna

Afrizal menuturkan dua hari setelah penutupan pendaftran calon, lembaga survei akan diundang, maka akan dilakukan presentasi dihadapan tiga ketua partai. "Kita transparan saja. Elektabilitas yang terbaik setelah itu akan kita laporkan kepada DPP masing-masing, setelah itu kita tunggu pengumuman DPP masing-masing. Kita secepatnya kita umumkan siapa yang akan kita usung karena kita berburu dengan waktu. Dalam minggu keempat Agustus, paling lambat kita langsung deklarasi dan langsung road to Sumbar," terangnya. (*)

Editor: Fitria Marlina