Dinilai Merusak, Galian C di Kampung Lubuk Buayo Pessel Dilaporkan Masyarakat

Perwakilan masyarakat Kampung Lubuk Buayo Pessel saat mengantar laporan ke Perizinan setempat
Perwakilan masyarakat Kampung Lubuk Buayo Pessel saat mengantar laporan ke Perizinan setempat (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Perwakilan masyarakat Kampung Lubuk Buayo, Nagari Airhaji Tenggara, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat laporkan aktivitas galian C yang diduga dilakukan sebuah perusahaan ke polisi dan Pemkab setempat, Rabu 5 Juli 2020 kemarin.

Pelaporan itu dibuat masyarakat, sebab diduga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas galian C yang ada di kampung itu. Selain rusaknya tebing sungai, juga beberapa fasilitas umumnya, terancam ambruk jika aktivitas Galian C tersebut dibiarkan begitu saja.

baca juga: Cuti Masa Kampanye, Dua Petahana di Pessel Resmi Tinggalkan Rumah Dinas

Selain itu menurut masyarakat, mata pencarian mereka yang biasanya mencari batu di sekitar sungai juga terancam mati. Pasalnya, tidak banyak lagi batu disekitaran sungai dapat diambil oleh masyarakat setempat.

"Jadi dampak inilah yang kami adukan ke Polres Pessel , Bupati dan Dinas Perizinan. Sebab, sampai saat ini aktivitas galian C salah satu CV terus beroperasi tanpa memikirkan dampak yang sudah terjadi," ungkap Pirdianto sebagai perwakilan masyarakat Kampung Lubuk Buayo didampingi Iin pada KLIKPOSITIF .

baca juga: Febri Diansyah Mundur dari KPK, Ini Respon Novel Baswedan

Ia menjelaskan, kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar daerah aliran sungai (DAS) di kampung terpantau sejak lama. Namun, karena tidak ada kebijakan yang tegas, sehingga membuat masyarakat membuat keputusan sendiri untuk mengadukan pada pihak yang berwajib.

"Dan dalam laporan ini ditandatangani bersama 144 warga yang meminta Galian C di Kampung Lubuk Buayo di tutup. Meski pengakuan mereka (pihak pengelola) sudah memiliki izin," terangnya.

baca juga: Pemerintah Targetkan Emisi Gas Rumah Kaca Turun 834 Juta Ton pada 2030

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu Pessel , Suardi mengaku pihaknya sudah menerima laporan tersebut, dan untuk menindaklanjuti pihaknya akan segera memanggil pihak pemilik izin.

"Sesuai laporan ini, akan segera kami panggil pihaknya memiliki izin ini. Apakah mereka sudah melaksanakan sesuai izin, karena memang terkadang orang yang punya izin tidak tau mempergunakan izin mereka," terangnya saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF , Kamis 6 Juli 2020.

baca juga: Mengaku Selalu Nonton, Ini Kata Mahfud MD Soal Film G30S PKI

Sementara Pardianto sebagai perwakilan masyarakat, berharap kepada pemerintah untuk bisa menindaklanjuti pelaporan warga Lubuk Buayo sesuai dengan aturan yang ada, sebab sejak timbulnya kerusakan pihak pengelola tidak pernah menghiraukan keluhan warga sekitar.

"Jadi itu saja, harapan kami, bagaimana galian C ini ditutup. Karena, gejolak kami ini sudah sering dikeluhkan. Sementara, mereka tetap saja beroperasi tanpa memikirkan dampak yang terjadi," tutupnya.

Sementara itu, Direktur Utama CV Keluarga Bersama, Yudi Irfandi membatah, terkait pelaporan yang dilaporkan perwakilan masyarakat Kampung Lubuk Buayo terkait kerusakan lingkungan akibat operasi galian C perusahannya.

Sebab, menurutnya seluruh prosedur pengelolaan sudah dilakukan berdasarkan kajian teknis izin yang dimilikinya. Bahkan, terkait antisipasi kerusakan sudah dilakukan untuk tidak menimbulkan dampak yang lebih parah.

"Jadi, saya tidak mempermasalahkan mereka melapor ke mana. Karena kami di sini, sudah melakukan pengelolaan sesuai dengan SOP yang berlaku. Dan perlu diketahui yang malapor itu bukan atasnama warga, tapi atasnama kaum. Ya, jika bermasalah kami siap untuk ditindak," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Eko Fajri