6 Anggota Geng Vandalisme GORO Diamankan di Pariaman

Salah satu anggota Vandalisme Goro
Salah satu anggota Vandalisme Goro (Rehasa/KLIKPOSITIF)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF - Enam anggota Geng Vandalisme Sumbar diamankan Satpol PP Kota Pariaman setelah aksi mereka mencoret-coret lebih dari seratus titik fasilitas umum. Geng Vandalisme yang bernama GORO itu juga mencoret kawasan wisata Kota Pariaman .

Kasat Pol PP Kota Pariaman , Elfis Candra memgatakan aksi Geng GORO mencoret-coret kawasan wisata dan kapal nelayan bahkan kapal Polairud Pariaman.

baca juga: Meriahkan HUT Pariaman, Pemko Gelar Lomba Foto

"Geng mereka bernama GORO, lebih dari seratus bagian aset umum yang mereka coret, termaksud kapal nelayan dan kapal Polairud. Jelas ini meresahkan dan melanggar aturan Kota Pariaman ," ungkap Elfis Candra, Kamis 6 Agustus 2020.

Lebih lanjut Elfis menuturkan, diantara belasan anggota geng vandalisme itu, 6 orang telah diamankan oleh pihaknya.

baca juga: Bank Nagari Bantu Rp175 Juta Untuk Mempercantik Objek Wisata Talao Pauh Pariaman

"Enam orang telah kami amankan hari ini. Keterangan dari mereka, mereka melakukan aksi tersebut berpindah-pindah di kawasan Sumbar," sebut Elfis.

Dikatakannya juga, aksi geng tersebut tidak berjalan lancar di Kota Pariaman . Anggota Satpol PP berhasil mengamankan 6 orang termaksud pelaku utama dengan inisial T.

baca juga: Cegah Covid-19, Desa Tungkal Selatan Bagikan Masker Bagi Masyarakat

"Yang inisial T ini merupakan warga Kota Pariaman sementara anggota geng yang lain berasal dari berbagai daerah kawasan Sumbar seperti Bukitinggi, Padang dan lainnya," jelas Elfis.

Diketahui dari Elfis, sesuai pengakuan para pelaku, latar belakang mereka mencoret-coret itu karena tidak ada media atau tempat penyaluran.

baca juga: Genius Umar Gelar Rapat Tanggap Cepat Penanganan Covid di Kota Pariaman

"Sementara untuk modus mereka adalah hobi. Mereka punya hobi untuk grafiti dan mural namun tidak menyalurkan pada tempatnya," sebut Elfis.

Kendatipun perilaku mereka merusak pemandangan umum dengan coretan di dinding ada ganjaran kurungan atau denda, namun untuk kali ini mereka hanya diberi sanksi jera.

"Mereka harus membersihkan kembali seluruh tempat yang mereka coret. Nah untuk kedepannya, mereka akan diberi ruang atau wadah untuk mengekspresikan hobi itu," jelas Elfis Candra.

Penulis: Rehasa | Editor: Rezka Delpiera