Warga Pasaman: Pohon Pelindung Bukan Untuk Wadah Kampanye

Salah satu poster atau baliho yang terpajang di pohon pelindung di Jalan Lubuk Sikaping
Salah satu poster atau baliho yang terpajang di pohon pelindung di Jalan Lubuk Sikaping (Istimewa)

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Jelang Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 para calon kepala daerah mulai unjuk gigi dengan memajang poster atau baliho untuk memperkenalkan dirinya.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Pasaman salah seorang bakal calon kepala daerah memajang poster atau baliho di pohon yang berdiri dan ditancapkan dengan paku di sepanjang jalan Lubuk Sikaping.

baca juga: Calon Bupati Termuda di Pasbar Didukung Generasi Milenial

Akibat itu banyak warga yang mengutuk aksi semena-mena pemasangan baliho di pohon-pohon pelindung ini.

"Seperti tidak tau saja dan masih sibuk kian kemari menjual visi-misi. Belum jadi pemimpin, hal kecil saja diabaikan," sebut Andi, salah satu warga di Kecamatan Lubuk Sikaping, Kamis (6/8/2020).

baca juga: Cabup Petahana di Pasbar Janji Perbaiki Jalan jika Terpilih Jadi Bupati

Ia mengatakan sudah sangat jelas bahwa pohon pelindung bukan untuk wadah kampanye. Merusak atau tindakan semacamnya seperti memasang baliho ini sudah melanggar aturan.

"Menurut saya, tindakan ini mencerminkan kepribadian mereka yang memaku balihonya di pohon pelindung," katanya.

baca juga: KPU: Lima Paslon Kepala Daerah Pasbar Telah Menyerahkan LADK

Andi mengutuk aksi semena-mena terhadap pohon pelindung yang menjadi penghias jalan di sepanjang Jalan Lubuk Sikaping. Kata dia aksi koboi tim pemasangan baliho tersebut sudah kelewatan batas.

"Bayangkan tanaman pelindung yang ada di depan rumah saya dan milik saya, ikut dipaku orang tak dikenal. Pemasangan baliho ini saya rasa dilakukan malam hari," ujarnya.

baca juga: Kantongi Nomor Urut 3, Erick Hariyona - Syawal Siap Jadi Energi Baru Pasaman Barat

Untuk itu Andi meminta dan berharap kepada pemerintah setempat untuk tidak menonton dan berpangku tangan saja agar baliho atau poster tersebut segera ditertibkan.

"Sudah jelas melanggar masih tidak ditertibkan. Kita sebagai warga terpaksa sedikit pedas berkomentar, kalau tidak, pak pejabat itu diam-diam saja," kata Andi dengan nada kesal.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Pasaman, Aan Afrinaldi membenarkan hampir sebagian besar baliho, poster bakal calon bupati dan calon wakil bupati yang terpasang dinyatakan melanggar.

Ia mengatakan, poster atau baliho yang terpajang di pohon yang berdiri sebagian melanggar Perda Kabupaten Pasaman nomor 12 tahun 2016, tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum.

Pelangaran terutama terjadi di tertib jalur hijau, taman dan tempat umum. Pada pasal 11, setiap orang atau badan dilarang merusak, menebang atau memotong pohon atau tanaman di jalur hijau, taman dan tempat umum.

"Memasang, menempelkan, menggantungkan benda-benda apapun di pohon, di jalur hijau, taman dan tempat umum tanpa izin bupati atau pejabat yang ditunjuk juga dilarang," jelas Aan.

Terkait hal itu pihaknya akan segera menyurati masing-masing perwakilan partai atas baliho dan poster yang melanggar untuk segera dicopot.

"Kita belum melakukan penertiban secara terpadu. Akan tetapi jika nanti sudah disurati masih ada juga bakal calon yang melanggar, maka alat peraga tersebut akan kita tertibkan," tegasnya.

Ia mengimbau kepada para bakal calon untuk taat aturan dalam pemasangan gambar, apalagi mereka adalah tokoh pemimpin daerah untuk memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi