Gowes Siti Nurbaya, Pegiat Sepeda: Panitia Harus Perketat Tiga Titik Ini

Wahyudi Agus, Pegiat sepeda di Kota Padang
Wahyudi Agus, Pegiat sepeda di Kota Padang (Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Pegiat sepeda di Kota Padang berharap panitia penyelenggara Gowes Siti Nurbaya agar lebih ketat dalam pengawasan yang akan dilaksanakan pada 16 Agustus 2020 mendatang.

"Karena dalam masa pandemi , ada beberapa kerumunan yang tidak bisa dielakkan dalam pelaksanaan gowes ," kata salah satu pegiat sepeda di Kota Padang , Wahyudi Agus (38) yang biasa dipanggil Kak Yoed saat diwawancarai KLIKPOSITIF .com, Jumat 7 Agustus 2020.

baca juga: Cuti Ikuti Pilgub, Mahyeldi Tinggalkan Rumah Dinas

Ia mengatakan, ada beberapa lokasi yang tidak memungkinkan peserta akan menjaga jarak sesuai dengan protokoler Covid-19.

"Lokasi pertama yang harus diperketat itu adalah di lokasi start. Karena di lokasi itu peserta biasanya akan berdempet dan jarak akan susah untuk diatur," katanya.

baca juga: Plt. Kabag Umum Setda Solsel Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sementara saat dalam perjalanan gowes , menurutnya tidak akan bermasalah. Pasalnya peserta dipastikan akan berjarak.

"Spot kedua yang akan susah untuk mengantisipasi kerumunan adalah lokasi cek poin. Karena peserta nanti akan berebut untuk memasukkan kuponnya," lanjutnya.

baca juga: TPU Bungus Masih Mampu Menampung 500 Jenazah Covid-19

Selain itu, di lokasi finish saat menunggu pengumuman pemenang, kerumunan orang juga akan sulit teratasi. Pasalnya, peserta akan berkumpul dan akan sulit untuk menjaga jarak.

"Untuk meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19, ia mengatakan bahwa panitia pelaksana harus lebih ketat dalam memperhatikan peserta," lanjutnya.

baca juga: 15 Warga Tanah Datar Sembuh COVID-19, Terkonfirmasi Positif 182 Orang

Selain itu, ia juga berharap agar panitia benar-benar memperhatikan protokoler Covid-19 saat pelaksanaan kegiatan nantinya. Agar kegiatan itu tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 tambah anggota Jurnalis Sepeda Sehat atau JSS ini.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Ramadhani