Terganggu Pandemi COVID-19, Sejumlah Program Kejari Payakumbuh Harus Disesuaikan

Kepala Seksi Intelijen Kejari Payakumbuh, Robby Prasetya (kanan).
Kepala Seksi Intelijen Kejari Payakumbuh, Robby Prasetya (kanan). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Pandemi virus Corona atau COVID-19 yang melanda tanah air dalam beberapa bulan terakhir membuat sejumlah program yang telah disusun oleh Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Payakumbuh harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Payakumbuh , Robby Prasetya menyebut, untuk tahun ini pihaknya memiliki sejumlah program, seperti jaksa menyapa, jaga nagari, dan jaksa masuk sekolah.

baca juga: Wako Payakumbuh Minta Pelaksanaan Pilkada Patuhi Maklumat Kapolri

"Untuk jaksa menyapa dan jaga nagari kita harus menyesuaikan karena adanya pandemi sekarang. Program jaksa masuk sekolah sudah sempat dilakukan dan sudah hampir selesai, untuk sisanya kita tentu menyesuaikan," katanya, beberapa waktu lalu.

Diantara penyesuaian yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan lewat daring, namun diakui Robby hal itu tidak maksimal lantaran masih ada wilayah kerja Kejari Payakumbuh yang belum terjangkau akses sinyal dan internet.

baca juga: Dapat Nomor Urut 4, Ini Kata Pasangan Independen Ferizal Ridwan - Nurkhalis

"Wilayah kerja kita itu Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh . Masih ada beberapa wilayah yang belum bisa mengakses sinyal," tambahnya.

Selain terkendala siatuasi pandemi, diakui Robby, fokus Kejari saat ini adalah melakukan monitoring dan pengawasan terhadap anggaran COVID-19.

baca juga: Loka POM Payakumbuh Telah Laporkan 18 Toko Online yang Merugikan Konsumen

"Kita pantau pemberian bantuan, seperti BLT. Kita juga berikan pendampingan terhadap pemerintah daerah yang butuh konsultasi hukum, semoga tidak terjadi penyalahgunaan anggaran COVID-19 ini," jelasnbya.

Lebih lanjut, Robby juga melihat bahwa tingkat kesadaran dan pemahaman warga terhadap hukum di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota sudah cukup baik.

baca juga: Ini Makna Nomor Urut Bagi Paslon Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota

"Ambil contoh waktu pandemi ini, kita lakukan penindakan tapi belum terlalu jauh. Untuk Lima Puluh Kota dan Payakumbuh belum ada penindakan yang sampai denda seperti daerah lain, warga cukup kooperatif dan responsif," pungkasnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat