Terkait Kasus Djoko Tjandra, Anita Kolopaking Ditahan

Kuasa Hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking
Kuasa Hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking (Suara.com/Ria Rizki)

KLIKPOSITIF - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri sudah selesai melakukan pemeriksaan terhadap Anita Kolopaking sebagai tersangka terkait kasus Djoko Tjandra . Anita Kolopaking ditahan selama 20 hari ke depan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setyono, mengatakan Anita diperiksa penyidik hingga pukul 04.00 WIB dini hari tadi. Hasil itu pula lah yang membuat Anita diputuskan untuk ditahan dalam 20 hari ke depan.

baca juga: Tragis, Sopir Angkot di Pasar Lubuak Aluang Jadi Korban Penusukan

"Pagi ini tanggal 8 Agustus 2020 sampai dengan 20 hari ke depan, yang bersangkutan ditahan di Rutan Bareskrim Polri," kata Awi kepada wartawan, Sabtu (8/8/2020), yang dikutip dari suara.com, media jaringan KLIKPOSITIF .com.

Selama pemeriksaan tersebut, Awi mengatakan, Anita dicecar sebanyak 55 pertanyaan. Kendati begitu, Awi belum membeberkan alasan mengapa Anita dilakukan penahanan.

baca juga: Polres Pariaman dan Padang Pariaman Tangkap Kelompok Pencuri Motor

Sebelumnya diberitakan, dalam skandal kasus 'surat sakti' Djoko Tjandra , Anita Kolopaking resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Dit Tipidum Bareskrim Polri pada Kamis (30/7/2020) lalu.

Penetapan status tersangka dilakukan penyidik setelah memeriksa 23 saksi dan melakukan gelar perkara.

baca juga: Terungkap, Asmara Jadi Modus Pelaku Kekerasan yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia di Payakumbuh

Hasilnya, Anita Kolopaking dipersangkakan telah melanggar Pasal 263 Ayat 2 KUHP berkaitan dengan pembuatan surat palsu.

Selain itu, dia juga dipersangkakan telah melanggar Pasal 223 KUHP, yakni memberi bantuan atau pertolongan terhadap Djoko Tjandra selaku buronan untuk meloloskan diri.

baca juga: Keroyok Pemuda Hingga Tewas, Polres Payakumbuh Amankan 5 Pelaku Tindak Kekerasan

Atas perbuatannya, Anita Kolopaking pun terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara

Editor: Haswandi