Pedagang yang Viral Protes Wali Kota Padang Sampaikan Permintaan Maaf

Maidestal Hari Mahesa dan Emo serta Anaknya
Maidestal Hari Mahesa dan Emo serta Anaknya (Screenshot video)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pedagang yang memprotes wali kota Padang Mahyeldi akhirnya minta maaf. Pedagang tersebut bernama Emi yang tinggal di kawasan Berok, Padang Selatan, Kota Padang. Diketahui, video Emi memprotes wali kota Padang viral di media sosial sejak Kamis (6/8/2020) lalu.

Dalam video yang beredar, permintaan maaf Emi difasilitasi oleh mantan anggota DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa.

baca juga: Gubernur Sebut Pembangunan Tol Padang - Pekanbaru Untungkan Semua Pihak

"Ambo minta maaf kepada bapak Wali Kota, ambo alah tadorong dengan kecek yang ndak pantas dan ambo pun merasa malu (saya minta maaf kepada Bapak Wali Kota, saya sudah terlepas kata yang tidak pantas dan saya pun merasa malu)," katanya dalam video yang berdurasi 3 menit 8 detik tersebut.

Emi menambahkan, ia merasa salah dan dan kembali menegaskan permohonan maaf untuk wali kota Padang dan seluruh warga kota Padang.

baca juga: Pedagang Korban Kebakaran Pasar Bawah Bukittinggi Terima Bantuan

"Kalau bisa ambo datang manumui bapak untuk minta maaf sebanyak-banyaknya (kalau bisa saya datang menemui bapak untuk minta maaf sebesar-besarnya)," tegasnya.

Sementara itu, Maidestal Hari Mahesa mengatakan, video tersebut diambil di rumah Buk Emi pada Jumat (7/8/2020) sekira pukul 21.00 WIB malam. Ia dihubungi oleh anak Buk Emi karena beliau merasa resah, takut dan khawatir atas berita ini beredar dan arahnya sudah kemana-mana.

baca juga: Gubernur Sumbar Mahyeldi Buka Rakor Program Pemberdayaan Sosial Karang Taruna Sumbar

"Saya datangi ke rumahnya, pada awalnya ibuk itu (Emi) tidak mengetahui bahwa yang datang itu adalah Wali Kota, tapi suasana semakin panas dan anaknya ada yang tahu sehingga terjadi hal seperti itu," katanya saat dihubungi Klikpositif, Sabtu (8/8/2020).

Ia menambahkan, ia akan memediasi pertemuan Buk Emi dengan wali kota Padang. "Semalam sudah saya hubungi, namun saat ini wali kota berada di Jakarta, mudah-mudahan bisa dalam waktu dekat ini dan mau menerima," ujar politisi PPP tersebut.

baca juga: Adanya Isu Penggusuran PKL, Ini Penjelasan Kadis Koperindag Dahler

Seperti diberitakan Klikpositif sebelumnya, Wali Kota Padang Mahyeldi menganggap protes pedagang tersebut sebuah hal yang biasa. Menurutnya, itu merupakan konsekwensi menjadi Wali Kota Padang.

"Semua respon-respon masyarakat kita nikmati, dan kemudian kita bersyukur atas semua yang kita lakukan, memang semua yang kita lakukan itu tidak semua bisa diterima masyarakat secara baik," katanya usai Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke 351 di DPRD Kota Padang.

Mahyeldi menambahkan, ia sama sekali tidak marah atas respon para pedagang tersebut dan tidak akan melanjutkan ke proses hukum. "Kurang bijak jika kita melakukan (melapor ke polisi) hal seperti itu. Saya kira itu, kita Pemerintah Kota Padang, akan memberikan hal yang terbaik terhadap masyarakat," ujarnya.

Mahyeldi tidak merinci apa pemicu sehingga pedagang berkata yang tidak pantas kepadanya. "Pemicunya, itu biasa dan kita bertemu lalu kita sampaikan macam-macam. Kronologisnya itulah hasilnya (video)," pungkasnya kemudian.

Editor: Muhammad Haikal