Fakultas Pariwisata UMSB Gelar TOT Pendampingan Desa Wisata

Foto bersama saat kegiatan Training of Trainer (TOT) Pendampingan Desa Wisata
Foto bersama saat kegiatan Training of Trainer (TOT) Pendampingan Desa Wisata (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Fakultas Pariwisata Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat ( UMSB ) menggelar Training of Trainer (TOT) Pendampingan Desa Wisata di gedung UMSB Jalan Bypass Bukittinggi , Senin 10 Agustus 2020. Kegiatan ini diikuti belasan peserta dari dosen dan mahasiswa UMSB .

Menurut Dekan Fakultas Pariwisata UMSB , M.Abdi, pelaksanaan kegiatan ini berawal dari program Kemenpar (Kementerian Pariwisata) dan Kemendes (Kementerian Desa) yang waktu itu punya program bersama tentang Program Pengembangan Daerah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat.

baca juga: Truk Terguling, Flyover Bukittinggi Ditutup Sementara

"Program itu dimulai di 2018, yang mana pengembangan wilayah ini melibatkan perguruan tinggi. Kemudian Kemenpar sebagai leading sector melakukan seleksi terhadap kampus-kampus dan pada Desember 2018, dari Sumbar terpilih dua perguruan tinggi, yakni UMSB dan Politeknik Negeri Padang," ujar M. Abdi.

M. Abdi melanjutkan, UMSB waktu itu mengajukan Nagari Lawang Kabupaten Agam untuk dikembangkan menjadi Kampung Wisata dan itu disetujui Kemenpar. Pada Februari 2019, UMSB menandatangani MoU atau kerjasama dengan Kemenpar.

baca juga: Pabrik Tahu dan Sejumlah Rumah Terbakar di Bukittinggi

Pada Juni 2019 Kemenpar hadir di Nagari Lawang, dan memberikan pelatihan bagi masyarakat sekitar. Tak lama kemudian, Kampung Wisata Lawang dilaunching, dan setelah itu, tepatnya pada akhir 2019, program UMSB di Nagari Lawang itu dapat progress kategori berhasil.

"Awal 2020 UMSB tidak mengajukan, tapi Kemenpar mengajak UMSB mencari daerah yang akan dikembangkan. Sebenarnya, selang dua bulan saat peresmian Kampung Wisata Lawang, pada Agustus 2019, UMSB sudah bergerak di Lima Puluh Kota. Oleh karena itu, kami mengajukan Jorong Sungai Dadok Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota, sebagai nagari pendampingan," jelas M. Abdi.

baca juga: Diisukan Membelot, Ini Klarifikasi Politisi Partai Gerindra Bukittinggi

Kemenpar kembali menyetujui program UMSB yang akan mengembangkan Jorong Sungai Dadok sebagai Kampung Wisata .

"Oleh Kemenpar, kami diberi tugas untuk memberikan TOT kepada kalangan internal, untuk dosen dan mahasiswa sebagai bekal untuk pendampingan. Inilah kegiatan yang sedang kami lakasanakan sehari penuh. Nanti selanjutnya juga akan dilakukan TOT secara virtual," papar M. Abdi.

baca juga: Cegah Potensi Pelanggaran, Kontestan Pilkada di Bukittinggi Deklarasi Tolak Politik Uang

Terkait program ini, rencananya utusan Kemenpar akan turun ke Sumbar pada 27 Agustus 2020 mendatang, melakukan bimtek untuk warga Kampung Sarugo (Saribu Gonjong) di Jorong Sungai Dadok.

"Yang ditekankan pada pelatihan ini adalah pendampingan destinasi berbasis protokoler covid. Kemudian bagaimana potensi lokal bisa dipahami masyarakat, dan mereka bisa menggarapnya, kemudian tentunya akan mendatangkan dampak ekonomi bagi masyarakat," harapnya.

Tak hanya itu, juga diharapkan masyarakat Sungai Dadok bisa lebih produktif dan kreatif, serta mampu mengisi kegiatan tambahan di samping kegiatan rutin sehari-hari.

Menurut M. Abdi, program ini sangat dibutuhkan dukungan penuh dari Pemkab Lima Puluh Kota, karena akan banyak langsung bersentuhan dengan pemkab, tidak hanya pariwisata, tapi juga instasi terkait, terutama untuk sarana prasarana seperti infrastruktur.

"Ada potensi jeruk, selama ini sudah mendapat tempat di masyarakat Sumbar. Tentu ke depan lebih memaksimalkan peran serta penuh dari dinas pariwisata. Selain itu ada potensi pariwisata perikanan. UMSB menggarap Sungai Dadok menjadi Kampung Wisata , baru sebatas pintu gerbang. Daerah Nagari Koto Tinggi merupakan basis PDRI, nah PR besar kami adalah menggarap kawasan basis PDRI bisa menjadi potensi salah satu wisata sejarah edukasi," tutupnya.

Editor: Haswandi

Komentar

Berita Lainnya

Video Terbaru