Meski Berstatus Tersangka, Indra Catri Masih Bisa Mendaftar Jadi Bakal Calon Wakil Gubernur

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Polda Sumbar menetapkan Bupati Agam Indra Catri sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik. Ia ditetapkan sebagai tersangka tersangka berdasarkan surat tap/33/VII/Reg 2.5/2020 /Ditreskrimsus tanggal 10 Agustus 2020.

Diketahui Indra Catri juga telah resmi mendapatkan Surat Keputusan (SK) DPP Partai Gerindra sebagai bakal calon wakil gubernur Sumbar, mendampingi Nasrul Abit sebagai bakal calon gubernurnya.

baca juga: Erman Safar - Marfendi Sementara Unggul dalam Poling Pilkada Versi Medsos Kaba Bukittinggi

Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, Indra Catri masih bisa mendaftar sebagai bakal calon wakil gubernur. Hal tersebut disampaikan oleh
Komisioner Divisi Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) Yanuk Sri Mulyani.

"Kalau di persyaratan pendaftaran calon kepala daerah, gubernur dan wakil gubernur harus ada kekuatan hukum tetap, karena di Peraturan KPU (PKPU) syarat seseorang dapat mendaftar sebagai calon kepala daerah adalah tidak pernah dipidana penjara dengan kekuatan hukum tetap," katanya saat dihubungi di Padang, Selasa (11/8/2020).

baca juga: Paslon di Lima Puluh Kota Punya Pengawal Pribadi

Yanuk menambahkan, kalau Indra Catri masih tersangka, berarti belum ada kekuatan hukum tetap. "Kan belum ada keputusannya, belum ada kekuatan hukum tetap yang inkrah, jadi bisa, tidak ada yang melarang tersangka," ujarnya.

Yanuk menambahkan, sampai proses terus berjalan nanti (pendaftaran), jika dia sudah ada kekuatan hukum tetap bisa perlakuannya berbeda lagi. "Kalau pun ada kekuatan hukum tetap, maka minimal dia divonis penjara minimal 5 tahun," tuturnya.

baca juga: Peserta Pilkada Tidak Mematuhi Protokol Kesehatan, Ini Langkah yang Akan Diambil Bawaslu Solsel

Persyaratan dalam PKPU, tidak pernah dipidana berdasarkan keputusan pengadilan yang punya kekuatan hukum tetap. "Bagi terpidana masih bisa dan wajib mengumumkan kepada publik, kalau tersangka tidak ada," pungkasnya kemudian.

Editor: Muhammad Haikal