Pengelola Wisata Serahkan Satwa Dilindungi ke BKSDA Agam

Penyerahan Kukang
Penyerahan Kukang (BKSDA Agam)

AGAM , KLIKPOSITIF -- BKSDA Agam hari ini menerima seekor satwa dilindungi yakni Kukang (Nycticebus Coucang), Rabu 12 Agustus 2020. Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Agam Ade Putra mengatakan, satwa itu diserahkan oleh Pengelola Waterboom Loebas Wisata Uzi M.Fikri Yasin.

Ade menyebut satwa itu didapat masyarakat di sekitar lokasi wisata sehari sebelumnya dan pengelola kemudian meminta masyarakat untuk menyerahkan ke BKSDA . "Satwa diperkirakan berusia 4 tahun dan berjenis kelamin jantan. Sebelumnya, pengelola juga sudah pernah menyerahkan 7 ekor baning coklat April silam,"ucap Ade Putra.

baca juga: TMMD 109 di Pessel, Para Personel TNI Tak Tinggal Bersama Orang Tua Angkat

Ia mengatakan, BKSDA mengapresiasi penyerahan satwa dilindungi itu berharap ini menjadi contoh bagi masyarakat lainnya demi perkembangan tumbuhan dan satwa.

Untuk diketahui, kata Ade, di dunia ada 5 jenis kukang, 3 diantaranya hidup di Indonesia yakni Kukang Jawa, Kukang Sumatera dan Kukang Kalimantan.

baca juga: Mahasiswa Baru UMMY Solok Ikuti Pengenalan Kehidupan Kampus

" IUCN (International Union for Conservation of Nature) Redlist bahkan telah mengategorikan Kukang jawa dalam status endangered, (terancam punah) dan vulnerable (rentan terhadap kepunahan) untuk jenis Kukang sumatera dan Kukang borneo,"sambung Ade.

Oleh konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam, ucap Ade, Kukang telah dimasukkan dalam kategori dalam Appendix 1 CITES, yang berarti tidak boleh diperdagangkan.

baca juga: Update Hari Ini, Pasien COVID-19 Agam Banyak yang Sembuh

"Sedangkan di Indonesia, kukang dilindungi UU No 5 tahun 1990 dengan ancaman 5 tahun penjara jika menangkap, melukai, membunuh, memiliki, maupun memperniagakannya,"pungkas Ade.

Selanjutnya, kukang ini akan diobservasi sebelum dirilis di kawasan Cagar Alam Maninjau.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 Meningkat, Semen Padang Hospital Tambah 23 Tempat Tidur

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Ramadhani