Petani Jagung di Payakumbuh Teken MoU dengan Peternak Unggas

Riza Falepi saat menghadapi kegiatan penandatangan MoU antara Keltan Padang Beringin Talao dengan peternak unggas.
Riza Falepi saat menghadapi kegiatan penandatangan MoU antara Keltan Padang Beringin Talao dengan peternak unggas. (Ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Sebagai salah satu upaya untuk memberi kepastian terkait harga jual jagung terhadap anggotanya, kelompok tani (Keltan) Padang Beringin Talao, Kelurahan Koto Panjang Dalam, Kenagarian Koto Panjang Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina) melalukan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) dengan peternak unggas di daerah tersebut.

Wali Kota Payakumbuh , Riza Falepi yang menyaksikan langsung proses penandatanganan MoU tersebut, Selasa (11/8) kemarin menyebut, dengan sudah adanya MoU tersebut, maka petani harus lebih serius dalam menggarap lahan pertanian mereka masing-masing.

baca juga: Masyarakat Payakumbuh Makin Antusias Bersepeda, Pemko Siapkan Tempat Parkir Khusus

Untuk kecamatan lain di Kota Payakumbuh diminta Riza untuk melakukan hal sama agar ke depannya para petani bisa lebih tenang dalam menanam jagung.

Menurut Riza, kebutuhan jagung untuk wilayah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota cukup tinggi karena cukup banyak warga di dua daerah tersebut yang berternak unggas.

baca juga: Pemko Payakumbuh Lakukan Seleksi Terbuka untuk Tiga Jabatan Kepala OPD

"Dengan tingginya kebutuhan akan jagung tentu ini jadi bisnis yang menguntungkan. Petani jagung bisa kaya, jika mampu melihat peluang ini," kata Riza, Selasa (11/8) kemarin.

Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh , Depi Sastra mengatakan, dengan adanya kerja sama dengan pola kemitraan antara pengusaha ternak unggas petelur dengan petani jagung maka akan memperjelas pasar pemasaran jagung.

baca juga: Ekonomi Sumbar Triwulan II Minus, Pemko Payakumbuh Optimistis Perekonomian di Dearahnya Tetap Tumbuh

Dikatakan Depi, sampai saat ini kebutuhan jagung peternak lokal belum mampu dipenuhi oleh petani jagung setempat. Kondisi itu memaksa peternak membeli jagung ke daerah lain.

Untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut, Keltan didorong memanfaatkan lahan mereka untuk menanam jagung di samping menanam komoditas unggulan lain seperti cabe dan bawang.

baca juga: Sebanyak Empat Personel Polres Payakumbuh Positif COVID-19 Setelah Berkegiatan Padang

Untuk saat ini, Dinas Pertanian Kota Payakumbuh tengah mengupayakan menyediaan bibit pada anggaran perubahan (APBD-P).

"Dalam MoU antara pengusaha unggas dan kelompok tani ini terdapat klausul yang menyatakan pengusaha ikut membantu petani dalam meminjamkan dana pembelian bibit," kata Depi.

Camat Latina. David Bachri mengatakan, kemitraan antara petani dengan peternak unggas di Koto Panjang ini dapat dicontoh oleh kelurahan lain di daerahnya.

"Tujuan akhirnya tak ada lagi lahan kosong di Latina. Kelompok tani menjadi produktif, tak sulit memasarkan. Bahkan bisa menjadi bisnis sektor pertanian yang cukup menggiurkan bagi petani jagung. Apalagi pemko juga memberikan asistensi," katanya. (*)

Editor: Taufik Hidayat