Besok Siswa Di Solsel Mulai Sekolah Tatap Muka, Ini Ketentuannya

Kepala Disdikpora Solsel Novrizon
Kepala Disdikpora Solsel Novrizon (ist)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan ( Solsel ) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 800/383/DPKO-2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan tatap muka pada tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang ditandatangani oleh Plt. Bupati Solsel Abdul Rahman.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga (Disdikpora) Solsel Novrizon mengatakan pembelajaran tatap muka tersebut dilakukan untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SLB serta pendidikan kesetaraan di Kabupaten Solok Selatan dimulai pada tanggal 13 Agustus 2020.

baca juga: Untuk ASN dan Pejabat selama Pilkada, Jasman: Kalau Tidak Netral, Maaf Saya Tidak Bisa Menolong

"Tanggal 13 Agustus baru untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SLB, sedangkan untuk PAUD masih menunggu keputusan selanjutnya. Setelah rapat Disdikpora, Himpaudi, IGTK dan Pengelola PAUD dan TK ," kata Novrizon.

Dia menjelaskan sebelum pembelajaran tatap muka dilaksanakan setiap satuan pendidikan harus mempersiapkan dan melengkapi beberapa persyaratan.

baca juga: Sekolah Tatap Muka di Solsel Ditiadakan, Pelajar yang Belum Dapat Kuota Internet Gratis Diminta Melapor

"Syarat yang pertama itu, surat izin orang tua siswa untuk mengikuti pembelajaran tatap muka sesuai ketentuan," katanya.

Selanjutnya, kata Novrizon setiap satuan pendidikan mensterilkan lingkungan dan ruangan dengan penyemprotan disinfektan, mensosialisasikan dan mensimulasikan pembelajaran tatap muka sesuai protokol kesehatan.

baca juga: Jasman : Jadi Pejabat Di Solsel Harus Tinggal dan Menetap, Kalau Tidak Mundur Saja

Tugas satuan pendidikan berikutnya, menginformasikan kepada peserta didik, guru dan tenaga pendidik (warga sekolah) jika ada yang mengalami gejala COVID-19 agar segera melaporkan diri ke puskesmas terdekat untuk ditindaklanjuti.

"untuk itu pihak sekolah harus berkoordinasi dengan petugas kesehatan setempat," katanya

baca juga: Dua Pejabat Terkomfirmasi Positif COVID-19, Hari Ini 55 Pegawai di Pemkab Solok Jalani Swab

Dia melanjutkan ketentuan lainnya yaitu waktu pembelajaran dilaksanakan 50 persen dari waktu normal dan tanpa jam istirahat.

"Bagi kelas dengan jumlah siswa kurang dari 20 orang, pembelajaran dilakukan satu shift, dan 20-38 orang dibuat dua shift," jelasnya.

Novrizon melanjutkan hari pembelajaran tatap muka juga diatur, untuk SD sederajat kelas 1 dan 6 pada hari Senin dan Kamis, kelas 2 dan 5 pada hari Selasa dan Jumat, dan kelas 3 dan 4 hari Rabu dan Sabtu.

"Untuk SMP sederajat, kelas 7 Senin dan Kamis, Kelas 8 Selasa dan Jumat, kelas 9 Rabu dan Sabtu. Dan untuk SLTA sederajat kelas 10 Senin dan Kamis, kelas 11 Selasa dan Jumat, kelas 12 Rabu dan Sabtu," jelasnya.

Selama proses pembelajaran tatap muka katanya, setiap peserta didik tidak dibolehkan berkumpul/berkerumun dan diawasi oleh Satuan polisi pamong praja.

Setiap satuan pendidikan harus membuat Standar operasional prosedur (SOP) mengacu ke SKB empat menteri tentang penyelenggaraan pendidikan dimasa pandemi Covid-19.

"Nanti pengawas satuan pendidikan melakukan pengawasan pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan melaporkan ke pimpinan," katanya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Haswandi