Diberi Bintang Tanda Jasa, Fahri Hamzah: Saya Akan Terus Mengkritik

Tangkap layar video eks dua pimpinan DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah seusai menerima penghargaan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Jokowi di Istana Negara.
Tangkap layar video eks dua pimpinan DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah seusai menerima penghargaan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Jokowi di Istana Negara. (Youtube)

KLIKPOSITIF - Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku tak akan berhenti mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) meski telah mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Nararya.

Ia memastikan dirinya akan terus mengkritik Pemerintahan Jokowi. Pasalnya kata Fahri, sang kepala negara sendiri menghargai kritikan.

baca juga: Kemenhub Bikin Aturan Bersepeda, Ada 7 Perangkat Wajib Sebelum Gowes di Jalanan

"Ini bukan berarti saya berhenti mengkritik. Saya akan terus mengkritik karena Presidennya menghargai kritik," ujar Fahri di Istana Negara, Kamis (13/8/2020).

Menurutnya, dapat menjadi pelajaran termasuk bagi pemerintahan Jokowi untuk menghormati kritik yang disampaikan masyarakat.

baca juga: Jika Dapat Izin Balapan MotoGP di Valencia Akan Hadirkan Penonton

"Tadi juga disampaikan presiden menghormati kritik. Jadi ini juga pelajaran bagi semua orang di dalam pemerintahan supaya menghormati krtik. Kalau presiden saja menghormati kritik harusnya yang lain juga menghormati kritik," ucap dia.

Fahri menyebut pemberian tanda jasa dan kehormatan merupakan prosesi presiden sebagai kepala negara dan juga kepala pemerintahan.

baca juga: Kementerian PUPR Tingkatkan Pembelian Karet Untuk Campuran Aspal

"Sebagai kepala negara itu presiden memberikan gelar pahlawan termasuk kepada orang orang dengan prosedur yang diatur dalam undang-undang. Jadi ini biasa," ucap dia.

Fahri mengaku setuju dengan pernyataan Presiden Jokowi bahwa yang harus dijaga yakni menjaga perbedaan pendapat. Berbeda pandangan politik, menurutnya bukan berarti bermusuhan.

baca juga: NOAH Rilis Lagu Baru "Menemaniku", Ini Lirik Lagunya

"Saya kira ini poin poin yang harus dirayakan sebab di bawah sering muncul gerakan gerakan yang nampak seperti kita tidak bersatu. Kesan kesan itulah yang harusnya ditonjolkan presiden sebagai kepala negara dalam situasi covid dimana kita harus bersatu menghadapi kemungkinan kemungkinan yang ada."

Selain Fahri, Jokowi juga memberikan penghargaan bintang tanda jasa kepada eks Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. Total ada sebanyak 53 orang yang diberikan Jokowi bintang tanda jasa dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia.

Jokowi mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada mereka yang telah berjasa kepada bangsa dan negara dan sudah melalui pertimbangan-pertimbangan yang matang.

"Penghargaan ini diberikan kepada beliau-beliau yang memiliki jasa terhadap bangsa dan negara dan ini lewat pertimbangan-pertimbangan yang matang oleh dewan tanda gelar dan jasa," ujar Jokowi di Istana Negara, Kamis (13/8/2020).

Mantan Gubenur DKI Jakarta itu untuk menepis anggapan bahwa pemberian gelar kepada Fahri dan Fadli agar tidak lagi mengkritiknya. Meski berlawanan dalam berpolitik, kata Jokowi, bukan berarti bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara.

"Pertimbangannya sudah matang. Bahwa misalnya ada pertanyaan mengenai pak Fahri Hamzah kemudian pak Fadli Zon ya. Ya berlawanan dalam politik kemudian berbeda dalam politik, ini bukan berarti kita ini bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara. Ini lah yang namanya negara demokrasi," ucap dia.

Kepala Negara menegaskan dirinya dengan Fadli dan Fahri selama ini berteman baik.

"Jadi saya berkawan baik dengan pak Fahri Hamzah, berteman baik dengan pak Fadli zon. Ini lah Indonesia. Nanti tanyakan langsung ke pak Fahri ke pak Fadli. Silakan," katanya.

Editor: Eko Fajri