Pengamat Politik: Kasus Indra Catri Tak Seksi, Tidak Berpengaruh Pada Pilihan Masyarakat

Bupati Agam Indra Catri
Bupati Agam Indra Catri (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pengamat Politik dari Universitas Andalas (Unand) Andri Rusta mengatakan, dengan ditetapkannya Indra Catri (bakal calon wakil gubernur) sebagai tersangka tidak berpengaruh pada peta politik di Pilgub Sumbar saat ini.

"Pertama, memang harus dipisahkan antara kasus politik dengan kasus hukum. Walaupun Indra Catri sebagai bakal calon untuk kepala daerah, namun hal itu tidak terlalu berpengaruh pada peta politik Pilgub Sumbar karena itu adalah kasus hukum," ungkapnya, Kamis (13/8) di Padang.

baca juga: Fakhrizal Siapkan 17 Program Prioritas Bangun Sumbar

Dia juga menilai dengan jadi tersangkanya Indra Catri juga tidak akan langsung mengubah peta pasangan bakal calon. Partai Gerindra tentunya akan berupaya mempertahankan pasangan calon yang sudah direkomendasikan ke DPP.

"Itu kan Marwah Gerindra juga, kalau seandainya ditukar atau diganti pasangan calonnya," ujarnya.

baca juga: Pemprov Sumbar Masih Menunggu SK Pjs, Kabiro Organisasi: Idealnya Hari Ini Sudah Dilantik

Dengan adanya kasus ini, dikatakan Andri juga tidak akan berpengaruh signifikan pada partisipasi pemilih, sebab Andri menilai isunya tidak seksi dan tidak berpengaruh pada masyarakat. Kecuali kasusnya korupsi, atau kasus lain yang mengganggu ke masyarakat.

Disisi lain, meskipun baru-baru ini mencuat nama-nama baru dalam kontestasi pilkada namun juga tidak akan mengubah peta politik di Sumbar untuk saat ini. "Apakah dengan kemunculan Dony Oskaria peta politik akan berubah ? Belum tentu juga, ataupun pasangan calon baru yang diusung, tetap saja berakhirnya di DPP," tuturnya.

baca juga: Dapat Nomor Urut 1, Mulyadi - Ali Mukhni: Itu Nomor yang Sempurna

Diketahui, Bupati Agam Indra Catri dan Sekretaris Daerah Agam Martias Wanto ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumbar karena tersangkut kasus ujaran kebencian terhadap anggota DPR RI asal Sumbar Mulyadi.

Penetapan sebagai tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara pada 7 Agustus 2020 lalu. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan nomor 32/VIII/2020/Ditreskrimsus dan nomor 33/VIII/2020/Ditreskrimsus pada 10 Agustus 2020. (*)

baca juga: Ini Nomor Urut 4 Paslon Pilgub Sumbar

Editor: Joni Abdul Kasir