Hasil Tracing Pasien Positif Corona di Pasbar, 58 Warga Sungai Aur Test Swab

Puskesmas Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat
Puskesmas Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat (Istimewa)

PASBAR, KLIKPOSITIF - Sebanyak 58 warga Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat menjalani test swab atau tes usap di Puskesmas Sungai Aur, Kamis (13/8/2020).

Test swab tersebut dilakukan karena diduga pernah kontak dengan dua orang pasien terkonfirmasi positif berdasarkan hasil Laboratorium Rumah Sakit Unand Padang terhadap hasil sampel swab lanjutan.

baca juga: Google Maps Ciptakan Fitur Baru Tampilkan Informasi Seputar COVID-19

"Dari hasil tracking ada sebanyak 58 warga yang pernah kontak dengan pasien positif corona berinisial AR (63) dan AM (23) yang merupakan warga Kecamatan Sungai Aur," sebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat , Jhon Hardi.

Ia mengatakan tes swab yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah ada virus Corona dalam tubuh seseorang. Tes swab yang dipusatkan di Puskesmas Sungai Uar untuk melihat reaksi antigen COVID -19.

baca juga: Perbincangan Presiden Jokowi dengan Dokter Paru Terpapar COVID-19

"Dalam 58 orang yang dites swab ini ada juga petugas kesehatan yang pernah kontak dengan pasien. InshaAllah paling lama pada Sabtu (15/8) hasilnya sudah keluar," katanya.

Jhon Hardi menerangkan kedua pasien adalah keluarga yang terpapar karena kontak langsung dengan dua pasien terkonfirmasi positif sebelumnya.

baca juga: Hari Ini, Pessel Tambah Empat Kasus Positif COVID-19

"Sejauh ini ada empat orang warga Pasaman Barat yang terkonfirmasi positif Corona dan dalam kondisi tubuh stabil. Mereka saat ini dirawat di RSUD Jambak," terangnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat Pasaman Barat khususnya di Kecamatan Sungai Aur dan Kecamatan Lembah Melintang. Bagi yang pernah merasa kontak dengan pasien agar melaporkan diri segera.

baca juga: Ini Persyaratan Jika Ingin Pindahkan Jenazah COVID-19

"Setelah data-data kontak tambahan di dapatkan kami akan segera melakukan swab lanjutan. Masyarakat juga kami minta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan," pinta Jhon Hardi.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Rezka Delpiera