Ilmuwan Temukan Kerabat Baru T-Rex Misterius

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Para ilmuwan menemukan empat tulang di Pulau Wight, Inggris, yang diyakini milik spesies dinosaurus theropoda yang sebelumnya tidak diketahui. Dianggap sebagai kerabat T-Rex, spesies baru ini diprediksi memiliki panjang sekitar 4 meter dan hidup di Bumi 115 juta tahun lalu.

Penemuan yang diterbitkan dalam jurnal Papers in Palaeontology ini, menggambarkan empat fosil yang diserahkan ke Sandown Dinosaur Isle Museum oleh orang-orang yang menemukannya.

baca juga: Presiden AS Minta PBB Desak Cina Bertanggung Jawab Atas Pandemi Corona

Salah satu pemburu fosil tersebut bernama Robin Ward, yang sedang dalam liburan keluarga ketika ia menemukan salah satu sisa fosil misterius.

"Saya pikir tulang itu istimewa, jadi membawanya ketika kami mengunjungi Sandown Dinosaur Isle Museum. Mereka segera tahu ini adalah sesuatu yang langka dan bertanya apakah kami bisa menyumbangkannya ke museum untuk diteliti sepenuhnya," kata Ward dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari IFL Science, Jumat (14/8/2020).

baca juga: Mengaku Reinkarnasi Yesus, Pemimpin Sekte Ini Ditangkap

Temuannya disatukan dengan tiga penemuan lainnya yang diserahkan oleh sesama pemburu fosil, yang kemudian dipelajari oleh ahli paleontologi dari University of Southampton.

Setelah dilakukan analisis, para ilmuwan menyadari bahwa fosil yang ditemukan adalah genus dinosaurus yang baru dan sebelumnya tidak pernah diketahui.

baca juga: Pentingnya 3 M, Tom Frieden: Tak Ada Akhir Seperti Cerita Dongeng Untuk Pandemi

"Kami terkejut betapa kosongnya hewan ini. Itu penuh dengan ruang udara. Bagian dari kerangkanya pasti agak rapuh," ucap Chris Barker, mahasiswa PhD di University of Southampton.

Spesies ini kemudian dinamai Vectaerovenator inopinatus dan bergabung dengan T-Rex serta burung modern dalam kelompok yang dikenal sebagai theropoda. Hewan ini dicirikan oleh tulang pneumatiknya, yang berisi kantung udara sebagai perpanjangan dari paru-paru untuk memperlancar aliran oksigen dan membuat kerangka ringan.

baca juga: Normalisasi Hubungan UAE dan Bahrain dengan Israel, DPR: Indonesia Tetap Bersama Rakyat Palestina

Diperkirakan Vectaerovenator inopinatus hidup di utara Shanklin, tempat fosil ditemukan. Barker menambahkan bahwa para ahli tentu ingin menemukan lebih banyak fosil serupa untuk menyempurnakan analisis mengenai hewan tersebut.

Editor: Eko Fajri