Dibantu Dompet Duafa, Korban Kebakaran di Solok Ini Punya Rumah Baru

Pincab DDS Sumbar, Hadie Bandarian Syah bersama relawan saat menyerahkan kunci rumah pada Ibu Desi dan suaminya
Pincab DDS Sumbar, Hadie Bandarian Syah bersama relawan saat menyerahkan kunci rumah pada Ibu Desi dan suaminya (Klikpositif)

SOLOK, KLIKPOSITIF - Pasangan Suami Istri, Irwandi dan Desi Yulianti tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Betapa tidak, rumah layak huni yang selama ini menjadi mimpi mereka akhirnya terwujud dan bisa ditempati.

Rumah semi permanen berukuran sekitar 6x8 meter itu, merupakan salah satu sasaran dari program Dompet Duafa Singgalang. Rumah dibangunkan secara cuma-cuma dengan menggalang dana dari berbagai donatur.

baca juga: Tolak Dinyatakan TMS, Iriadi : Tanding Jalan Kaki Dari Solok ke Padang Saya Sanggup

Penyerahan rumah dari Dompet Duafa Singgalang dilangsungkan, Jum'at (14/8/2020). Pemotongan pita dihadiri langsung pimpinan Cabang Dompet Duafa Singgalang Sumatra Barat, Hadie Bandarian Syah.

Tasyakuran penaikan rumah tersebut turut dihadiri Camat Bukik Sundi Efiyardi, Wali Nagari Ferry Effendy, koordinator DDS Solok, Abdurrahman, relawan Dompet Duafa, ketua pemuda Kampuang Dilam, Irman dan masyarakat sekitar.

baca juga: KPU Kabupaten Solok Tetapkan Nomor Urut Paslon Peserta Pilkada 2020

Menurut Pincab Dompet Duafa Singgalang Sumbar, Hadie Bandarian Syah, Dompet Duafa Singgalang merupakan lembaga penyalur zakat Infaq dan Sodaqoh yang menyasar masyarakat-masyarakat yang membutuhkan bantuan.

"Salah satunya, keluarga Bapak Irwandi dan Ibu Desi yang sebelumnya ditimpa musibah kebakaran dan harus kehilangan rumah satu-satunya," terang Hadie.

baca juga: Pasangan Iriadi - Agus Syahdeman Ajukan Gugatan ke Bawaslu Kabupaten Solok

Dompet Duafa Singgalang memang menggalang donasi dan berhasil mengumpulkan dana puluhan juta yang disalurkan secara penuh untuk membantu pembangunan kembali rumah ibu Desi.

Dompet Duafa juga sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh masyarakat sekitar dan perantau, tidak saja membantu menggalang donasi, tetapi ada masyarakat yang dengan sukarela meminjam pakaikan tanahnya untuk lahan bangunan rumah.

baca juga: Minus Iriadi - Agus, KPU Tetapkan Tiga Paslon di Pilkada Solok 2020

"Alhamdulillah, dukungan masyarakat sangat luar biasa, banyak juga mustahiq yang membutuhkan bantuan di daerah lain, dan kita terhalang dengan minim dukungan masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, Dompet Duafa Singgalang memiliki berbagai program dalam membantu masyarakat, mulai dari program ekonomi, Kesehatan, Pendidikan dan Dakwah.

"Semoga dengan dukungan donatur dan masyarakat, Dompet Duafa Singgalang bisa semakin meluaskan manfaatnya di berbagai daerah dan semakin banyak yang terbantu," tutupnya.

Sementara itu, Camat Bukik Sundi, Efiyardi mengaku sangat bangga dengan kekompakan masyarakat dan kepedulian Dompet Duafa Singgalang yang bersusah payah untuk kembali membangunkan kembali rumah bagi keluarga Ibu Desi.

"Teristimewa untuk keluarga pak Karnedi dan Rosi Handayani serta mak Wan Nanih yang dengan murah hati menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan rumah, bahkan juga diizinkan berladang di areal sekitar rumah," terangnya.

Hal senada diutarakan Wali Nagari Muaro Paneh, Ferry Effendi, menurutnya, sebagai makhluk sosial, manusia pada dasarnya saling membutuhkan. Akan lemah apabila tidak saling bekerjasama dan berusaha bersama-sama.

"Apa yang kita lakukan untuk keluarga Ibu Desi merupakan bentuk kepedulian kita bersama, baik individu, kelompok dan organisasi, semuanya bahu membahu untuk membantu, termasuk pemuda dan perantau kita," terangnya.

Kehadiran Dompet Duafa Singgalang yang digerakkan oleh anak-anak muda seakan membangkitkan kepekaan sosial masyarakat dan pemuda serta para perantau, bergotong royong untuk meringankan.

Sebelumnya, sekitar 9 Juli 2020, sebuah kebakaran menghanguskan satu unit rumah kayu di kawasan Rawang Pinang, Kampuang Dilam, Nagari Muaro Paneh. Rumah tersebur merupakan milik Desi Yulianti dan Irwandi.

Menjelang siang itu, dirinya bersama suami tengah mencari daun kelapa untuk dijual ke pasar. Saat pulang, rumahnya tinggal debu saja. Rumah kayu miliknya tersebut memang seadanya saja, ukurannya juga sangat kecil, 3x4 meter.

Disana, dirinya juga menumpang di tanah milik masyarakat sekitar. Ibarat sengsara membawa nikmat, pasca kebakaran yang menimpa rumahnya, Dompet Duafa Singgalang dan masyarakat sekitar bahu membahu membangunkan kembali rumahnya.

"Terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah dengan sukarela membantu membangunkan rumah bagi kami, bahkan ini lebih bagus dibanding rumah kami sebelumnya," ungkapnya sambil menggendong putri bungsunya.

Bahkan pasca kebakaran itu, Ia bersama suami dan ketiga anaknya harus menumompang di salah satu rumah milik warga setempat. Proses pengerjaan rumah tersebut digerakkan pemuda dan masyarakat sekitar.

Penulis: Syafriadi | Editor: Rezka Delpiera