Pemakaman Jenazah Gunakan Protap COVID-19, Ini Kata Ustaz Abdul Somad

UAS saat tiba di Universitas Fort de Kock Bukittinggi
UAS saat tiba di Universitas Fort de Kock Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Ustaz Abdul Somad atau disingkat UAS menyinggung penyelenggaraan jenazah korban yang positif COVID-19, yang digulung pakai plastik lalu dikuburkan sesuai protap COVID-19. Banyak yang menyesalkan protap tersebut, karena tidak semua pihak keluarga bisa ikut melaksanakan salat jenazah.

"Ada orang covid, meninggal dunia, digulung pakai plastik, dilakban. Jenazah dilakban, karena takut menularkan virus, di kubur dalam tanah. Nabi (Muhammad) sudah mengajarkan bagaimana itu 14 abad yang lalu. Bagaimana caranya, orang sudah meninggal dunia, masuk ke dalam tanah, salat jenazahnya bisa di atas tanah," ulas UAS saat talkshow di Universitas Fort de Kock Bukittinggi , Jumat 14 Agustus 2020.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Agam dan Bukittinggi Terus Bertambah

UAS kembali mempertegas, kalau yang disesalkan karena tak bisa melakukan salat jenazah, maka salat jenazah bisa dilakukan di atas kubur.

"Sudah diajarkan Nabi (Muhammad) 14 abad yang lalu. Ada tukang sapu masjid, hilang. Kata Nabi, mana tukang sapunya, meninggal ya Rasulullah. Mana kuburnya, ditunjukan kepada Nabi di mana kuburnya, Nabi salat jenazah di atas kuburnya," jelas UAS.

baca juga: Wali Kota Bukittinggi Klaim Masih Bisa Kendalikan COVID-19

UAS melanjutkan, semua kekhawatiran-kekhawatiran sudah dijelaskan Nabi Muhammad SAW. Terkait dari mana Nabi tahu ada penyakit covid dan akan terjadi akan ada PSBB, akan ada lockdown, jenazahnya akan disalatkan, UAS menjelaskan, semuanya telah ada dalam Alquran.

"Maka sadarlah kita, Yaasin, Walquranil Hakim. Innaka laminal mursalin, ala sirotimmustakim, tanzilal azizirrahim, Muhammad SAW, Engkau salah seorang Rasul utusan Allah, yang Kau bawa ini adalah agama yang datang dari Allah, bukan hasil pikiran, bukan dalam relung hati, tapi datang dari Allah," papar UAS.

baca juga: 32 ASN dan 31 Nakes Terpapar COVID-19 Selama Pandemi Corona di Bukittinggi

Editor: Haswandi