Pedagang di Sekitar Taman Budaya Berharap Kelonggaran Agar Bisa Berdagang

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Sepekan sudah video viral Wali Kota Padang dan Pedagang Pantai Padang berlalu. Kejadian itu diakui pedagang lain yang berjualan di lokasi itu berdampak kepada pedagang sekitar Taman Budaya Sumatera Barat.

Salah satunya Erik (35) yang sudah sepekan tidak berjualan, karena lokasi itu selalu dijaga oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang .

baca juga: IHSG Turun Lebih dari 2 Persen dalam Pekan Ini

"Kami dilarang berjualan di sana. Saat ini kami sudah tidak memiliki pemasukan karena tidak bisa berjualan," katanya kepada KLIKPOSITIF .com.

Ia mengatakan, selama sepekan, dirinya tidak lagi memiliki pemasukan. Ditambah lagi dalam situasi pandemi saat ini, semuanya menurutnya semakin sulit.

baca juga: Satpol PP Padang Kembali Tindak Tempat Hiburan Malam

"Saya minta pak Wali Kota membuka sedikit hati nuraninya agar kami bisa kembali berdagang dan memperoleh penghasilan lagi," katanya.

Ia mengatakan, trotoar lain yang juga digunakan untuk berdagang tidak pernah dijaga oleh Satpol PP Padang . Hanya trotoar di lokasi video viral ini saja yang selalu dijaga oleh petugas Satpol PP Padang .

baca juga: Harga Tanaman Ini Disebut Sampai Rp100 Juta, Apa Istimewanya?

"Saya sangat kecewa. Kenapa hanya di lokasi itu saja yang dijaga? Tempat yang lain juga menggunakan trotoar, kenapa tidak dilarang juga," lanjutnya.

Senada itu, pedagang lainnya, Albert mengungkapkan bahwa yang dilakukan oleh Pemko Padang sudah berlebihan. Pasalnya Pemerintah Pusat meminta agar melonggarkan aturan untuk pedagang agar perekonomian kembali membaik pasca pandemi.

baca juga: Erman Safar - Marfendi Sementara Unggul dalam Poling Pilkada Versi Medsos Kaba Bukittinggi

"Kalau seperti ini bagaimana perekonomian akan membaik. Kami dilarang untuk berdagang. Sementara aturannya sudah kami ikuti," katanya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri