Diduga Lakukan Pungutan Liar, Warga Laporkan Ketua KAN IV Koto Hilie Pessel

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

PESISIR SELATAN , KLIKPOSITIF -- Rober, warga Anakan, Kenagarian IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan melaporkan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) IV Koto Hilie Zulsyafri Datuak Sampono Batuah ke Polres Pesisir Selatan . Ketua KAN IV Koto Hilie Zulsyafri Datuak Sampono Batuah, dilaporkan terkait dugaan pungutan liar dalam pengurusan surat untuk menerbitkan sertifikat tanah.

Rober mengatakan, dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh Ketua KAN IV Koto Hilie, berawal dari kakak kandungnya yang membeli sebidang tanah yang terletak di Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan , seluas lebih kurang seperempat hektare dan akan disertifikatkan. Untuk mengurus sertifikat diperlukan surat dari KAN IV Koto Hilie. Ia kemudian, mendatangi Sekretaris KAN IV Koto Hilie Porianto Iswardi Datuak Rajo Gandam. Berselang dua hari kemudian, surat tersebut selesai dan selanjutnya meminta tanda tangan Ketua KAN IV Koto Hilie.

baca juga: Paslon Wali Kota Solok Ini Kepincut Ikuti Jejak Kepemimpinan Nasrul Abit

"Saat mengambil surat tersebut Sekretaris KAN menyampaikan, hasil diskusinya dengan Ketua KAN, ia dikenakan biaya administrasi sebesar Rp1 juta karena yang membeli tanah ulayat kaum dan yang membeli anak nagari," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima KLIKPOSITIF , Rabu (19/8/2020).

"Usai malam harinya, kakak saya menghubungi Sekertaris KAN, menanyakan terkait biaya yang dipatok. Ia mengatakan biaya itu akan digunakan untuk rapat dan biaya transportasi ninik mamak. Sementara besarannya ditentukan oleh Ketua KAN," sambungnya.

baca juga: Langgar Perda AKB, 53 Warga Pessel di Sanksi Karena Tidak Pakai Masker

Rober melanjutkan, kakaknya mengatakan kepada Sekertaris KAN, bahwa konsep 'adat diisi limbago dituang' adalah bersifat kerelaan, bukan dipatok berapa besarannya. Meskipun begitu, kakaknya menyanggupi sebesar Rp1 juta tersebut.

"Kemudian pada hari Minggu (16/8/2020) lalu, saya datang ke kantor KAN IV Koto Hilie untuk meminta tanda tangan Ketua KAN, dan disampaikan kepadanya, saya meminta tanda terima, namun beliau menjawab mana ada pula tanda terimanya, letakkan saja surat dan uangnya disini, dan saya menyerahkan uang dan surat tersebut," ujarnya lagi.

baca juga: Bawaslu RI Temukan 601 Pemilih Ganda Dalam Proses DPT Pilkada di Pessel

Sore harinya, ia datang ke rumah Ketua KAN IV Koto Hilie Zulsyafri Datuak Sampono Batuah yang beralamat di Sungai Pampan, Nagari Koto Nan Tigo, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan , dengan maksud meminta surat.

"Namun beliau tidak mau menandatangani," tuturnya.

baca juga: Diguga Terlibat Narkoba, Seorang Oknum Guru PNS Ditangkap Polisi di Pessel

Rober menyebutkan, dari informasi yang dihimpunnya, semua pungutan yang dilakukan oleh Ketua KAN IV Koto Hilie Zulsyafri Datuak Sampono Batuah tidak ada dasar jelas ataupun tertulis.

"Saya meminta pihak berwenang dapat memeriksa Ketua KAN IV Koto Hilie," pungkasnya kemudian.

Terpisah, Ketua KAN IV Koto Hilie Zulsyafri Datuak Sampono Batuah mengatakan, ia sudah mengetahui laporan terhadap dirinya yang dibuat Rober kepada dirinya. Ia siap menjelaskan nanti jika diminta keterangan. "Kalau mau melaporkan silahkan, saya akan jawab semuanya. Uang yang saya minta itu namanya uang adat bukan pungutan liar," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF .

Editor: Muhammad Haikal