Corona Bertambah, DPRD Pasbar Sepakat Dengan Pemerintah Hentikan Dinas Luar

Ketua DPRD Pasaman Barat, Parizal Hafni
Ketua DPRD Pasaman Barat, Parizal Hafni (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Dalam rangka pencegahan merebaknya Corona Virus Disease (COVID-19) DPRD Pasaman Barat sepakat dengan pemerintah untuk tidak melakukan perjalanan dinas luar daerah.

Menurut Ketua DPRD Pasaman Barat , Parizal Hafni, rata-rata pasien di daerah itu yang terkonfirmasi positif Virus Corona didapat setelah melakukan perjalanan luar daerah.

baca juga: Polisi Tangkap Tangan Pelaku Togel Online di Pasaman Barat

"Kita di lingkaran DPRD sepakat. Sedangkan pejabat di pemerintah, kita masih melihat masih ada yang ke luar daerah," sebut Ketua DPRD itu.

Ia mengatakan akan menyampaikan perihal pejabat pemerintah yang masih terlihat melakukan perjalanan luar daerah di masa merebaknya Virus Corona ini.

baca juga: Mahasiswa Segel Kantor DPRD Pasaman Barat

"Ini harus kita sampaikan kepada Bupati agar para OPD diarahkan, agar tidak ke luar daerah untuk saat ini," katanya.

Parizal juga mengungkapkan saat ini pihaknya sedang mengawasi ke mana saja anggaran yang digunakan ASN untuk melakukan perjalanan ke luar daerah.

baca juga: Hingga Malam Para Pendemo Masih Bertahan di Gerbang Kantor DPRD Pasbar

Sementara anggaran perjalanan dinas luar daerah sudah digunting. Bahkan ia mengaku untuk anggaran perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD saja hingga saat ini tidak ada.

"Kita sedang mengawasi kemana-mana saja mereka dan anggarannya kemana saja digunakan. Sementara anggaran kita sendiri untuk melakukan perjalanan luar saja tidak ada," ungkapnya.

baca juga: Ratusan Mahasiswa Desak Masuk ke Gedung DPRD Pasaman Barat

Disamping itu ia meminta terhadap para pejabat pemerintah yang baru datang dari luar daerah Pasaman Barat agar terlebih dahulu melakukan tes swab.

"Ini penting, karena mengingat kasus COVID-19 tengah merebak. Kita tidak mau setiap hari nya kasus virus ini bertambah. Namun yang lebih jelasnya saya ingin semuanya lebih transparan," pinta dia.

Transparan yang dimaksud oleh Ketua DPRD Pasaman Barat ini mengenai pasien yang terpapar Virus Corona. Misal data laboratorium pasien yang positif dan pasien yang terkonfirmasi positif.

Sebagai Wakil Ketua Satgas COVID-19 Pasaman Barat , Parizal Hafni juga mengatakan Pasaman Barat sempat menjadi zona kuning dikarenakan adanya kasus baru sebanyak lima orang.

Ia berharap, meski sebanyak tiga orang pasien terkonfirmasi positif sudah dinyatakan sembuh saat ini, semoga tidak ada lagi penambahan dan hal itu harus dipertahankan.

"Kondisi ini harus dipertahankan agar tidak bertambah lagi. Sebab jika bertambah lagi, akhirnya tidak sehat lagi karena adanya penambahan," harap Parizal.

Disisi lain Ketua DPRD tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap peningkatan jumlah kasus positif Corona di Sumbar.

Untuk itu ia meminta kepada masyarakat di Pasaman Barat untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah dengan petunjuk protokol kesehatan yang telah dilaksanakan.

Sedangkan terhadap pemerintah Pasaman Barat ia juga sangat menyesalkan terkait kurangnya perhatian dalam pencegahan penyebaran Virus Corona di Kantor DPRD itu.

"Kita berharap kepada pemerintah supaya memperhatikan dan meningkatkan pelayanan kesehatan. Karena melihat sekarang ini di DPRD serba kekurangan. Kita ingin di kantor ini nyaman untuk bekerja," ujarnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi