Polres Payakumbuh tak Akan Mempidanakan Keluarga yang Membuka Paksa Peti Jenazah Pasien Positif COVID-19

Ilustrasi pemakaman COVID-19.
Ilustrasi pemakaman COVID-19. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF - Kepolisian Resor (Polres) Payakumbuh tidak akan mempidanakan pihak keluarga asal Kabupaten Lima Puluh Kota yang pada Senin (24/8) malam lalu membuka paksa peti jenazah pasien terkonfirmasi positif COVID-19, YS (47).

Peristiwa itu sendiri terjadi di Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota . Pada saat kejadian, pihak keluarga pasien juga mengusir Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang didampingi Wakil Bupati Ferizal Ridwan.

baca juga: Begini Prosedur Pencoblosan pada Pilkada 9 Desember 2020

Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan mengakui bahwa apa yang dilakukan pihak keluarga tersebut bisa saja dijerat dengan hukum pidana. Namun pihaknya memilih tidak melakukan hal tersebut dengan berbagai pertimbangan.

"Aparat penegak hukum dapat menggunakan Pasal 178 KUHP. Namun menimbang dengan kondisi yang ada saat ini, kami tidak akan melanjutkan proses pidana. Tapi, pihak keluarga telah menandatangani surat perjanjian untuk tidak melakukan hal seperti ini lagi," katanya, Rabu (26/8).

baca juga: Terkait Vaksin Corona, dr Berlian Idris: Tolong Jangan Main-main dengan Nyawa Manusia

Jajaran kepolisian juga telah mencari apakah ada yang memprovokasi, tapi tidak ditemukan hal itu. Karena satu komplek tempat tinggal itu hanya diisi oleh keluarga jenazah.

Pihak keluarga sendiri beralasan, pembukaan peti jenazah itu mereka lakukan karena belum ada bukti tertulis yang menyatakan jenazah keluarganya itu positif COVID-19.

baca juga: Akhir Tahun Ini, 3 Juta Vaksin Corona dari China Masuk ke Indonesia

Hal itu karena keluarga hanya mendapatkan pemberitahuan melalui lisan tanpa ada keterangan tertulis dari otoritas berwenang.

Setelah itu, pihak keluarga juga tidak mempercayai penjelasan dari gugus tugas bahwa pasien berinisial YS sudah dimandikan sesuai protokol sehingga keluarganya berinisiatif memandikan dan memakamkan tanpa protokol COVID-19.

baca juga: Polres Payakumbuh Musnahkan Barang Bukti Ganja Seberat 98,3 Kg

"Padahal pemulasaran, mulai dimandikan, dikafani dan di-Salatkan sudah diikuti atau dilihat oleh pihak keluarga," ujar AKBP Dony.

Pada awalnya, pihak keluarga sudah sepakat akan mengikuti anjuran dari gugus tugas. Hanya saja, karena prinsipnya mereka tidak mempercayai hal tersebut, makanya terjadi hal tersebut.

"Tapi mereka setelah melihat bukti surat dari Laboratorium Unand, mereka baru ketakutan dan menyadari kesalahannya. Dan saat ini telah ada yang menjalani swab test," kata dia.

Ia menyebutkan bahwa ini kejadian yang pertama. Padahal sudah tujuh kasus yang melaksanakan pemulasaran jenasah di Payakumbuh dan belum ada penolakan.

"Karena memang dari rumah sakit langsung ke pemakaman. Kalau yang sekarang diantar ke rumah, jadi ada kesempatan oleh pihak keluarga," ujarnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat