Kasus Positif COVID-19 Melonjak, Wisata di Pariaman Tetap Buka

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Kota Pariaman belum mengeluarkan regulasi terbaru terkait objek wisata dan pesta perkawinan di masa pandemi ini, hal ini berkaitan dengan 44 orang dari Pariaman terpapar COVID-19.

Kadis Pol PP dan Damkar Kota Pariaman , Elfis membenarkan perihal itu. Dalam pekan ini telah terjadi lonjakan positif corona di Kota tersebut namun regulasi terbaru belum di keluarkan.

baca juga: Studi: Vaksin COVID-19 Tidak Mempengaruhi Kesuburan Wanita atau Pria

"Pertama untuk objek wisata masih di buka. Regulasinya masih sama seperti sebelumnya. Namun kendatipun demikian pihak Pemko segera buat regulasi baru terkait adanya lonjakan positif corona di kita Pariaman ," ungkap Elfis, Kamis 27 Agustus 2020.

Dikatakannya, sampai saat ini wisata tetap buka, namun seperti aturan sebelumnya pengunjung wajib menerapkan protokol keselamatan.

baca juga: Walikota Pariaman Bersihkan Lapangan Merdeka untuk Sarana Olahraga Masyarakat

"Begitupun dengan pesta perkawinan, masih boleh digelar dan harus menerapkan protokol keselamatan. Hanya saja di lapangan masih banyak warga yang tidak mengindahkan perihal tersebut," jelas Elfis.

Sementara itu, Wakil Walikota Pariaman , Mardison Mahyuddin mengutarakan, untuk objek wisata di Pariaman tidak ada yang tutup.

baca juga: Pemkot Pariaman Bangun Joging Track di Lapangan Merdeka

"Objek wisata tidak mungkin ditutup," tegas Mardison.

Dikatakannya juga, namun untuk pesta perkawinan pihaknya telah perintahkan kepada Sat Pol PP untuk menindak tegas jika ada pelanggaran protokol COVID-19.

baca juga: Januari 2022, KPU Tanah Datar Tetapkan 264.348 Orang Masuk DPB

"Itu bagi yang masih berkerumun di pesta pernikahan akan ditindak tegas oleh Satpol PP. Kami telah instruksikan itu ke Sat Pol PP. Di pesta pernikahan harus ada antriannya, jangan berkerumun," sebutnya.

Mardison juga menuturkan, untuk sangsi bagi pelanggar protokol kesehatan atau keselamatan belum ada, pihaknya tengah mendiskusikan perihal itu. "Untuk sangsi sekarang hanya bersifat teguran, belum ada penindakan," katanya.

Penulis: Rehasa | Editor: Eko Fajri