Sebanyak 3.400 Pekerja di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota Berpeluang Dapat Subsidi Gaji

BPJS Ketenagakerjaan Lima Puluh Kota, Sosiawan.
BPJS Ketenagakerjaan Lima Puluh Kota, Sosiawan. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

LIMA PULUH KOTA, KLIKPOSITIF - Sebanyak 3.400 tenaga kerja asal Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota berpeluang menerima bantuan subsidi gaji.

Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Lima Puluh Kota, Sosiawan menyebut pihaknya membawahi tenaga kerja di Kabupaten Lima Puluh Kota dan sebagian Kota Payakumbuh .

baca juga: Lapas Kelas IIB Payakumbuh Serahkan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Sekitar Terdampak COVID-19

"Sebanyak 3.400 data tenaga kerja sudah dikirimkan ke pusat, nanti ada validasi lagi termasuk validasi bank," katanya, Kamis (27/8).

Dikatakannya, proses validasi juga telah dilakukan oleh pihaknya kepada 3.400 tenaga kerja yang dikirimkan tersebut. Hal itu untuk memastikan seluruh penerima memang sesuai dengan syarat dan tepat sasaran.

baca juga: Dukung Program Pemerintah, Lapas Klas IIB Payakumbuh Sukses Gelar Vaksinasi Tahap II

Rata-rata penerima dari berbagai sektor mulai dari non PNS, tenaga kesehatan, SPBU, pertambangan dan sektor lainnya.

"Kalau data tenaga kerja penerima upah di BPJS Ketenagakerjaan yang sama kami itu sekitar 4.500. Memang yang menerima tidak semuanya, karena ada yang gajinya di atas Rp5 juta," ujarnya.

baca juga: Disnaker Pasbar Sebut Pelaku Usaha Wajib Berikan BPJS Tenaga Kerja Untuk Karyawan

Namun, ia mengakui saat ini belum semua tenaga kerja yang ada di daerah itu yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan termasuk non PNS yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota.

"Karena itu kami meminta agar pemkab mendaftarkan non PNS nya ke BPJS. Termasuk guru honorer yang ada di sekolah, karena biayanya tidak besar," ujarnya.

baca juga: BPJamsostek Dorong Perusahaan Tertib Kepesertaan untuk Pastikan BSU Tepat Sasaran

Hingga Rabu (27/8) sore, lanjut dia sudah ada sekitar 2.900 yang sudah tervalidasi bank.

"Masih ada beberapa perusahaan yang belum menyerahkan nomor rekening. Kami Masih menunggu sampai dengan 31 Agustus," sebutnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat