Garuda Menunggak Pajak Katering Rp1,5 Miliar di Ternate

KLIKPOSITIF - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ternyata memiliki utang pajak katering sebesar Rp1,5 miliar. Ttunggakan jasa pajak katering yang belum disetor ke Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Kota Ternate, Maluku Utara terhitung sejak tahun 2013- 2019.

"Memang, sesuai catatan tunggakan ini tidak diketahui oleh PT Garuda Indonesia Cabang Ternate," kata Kepala BPPRD Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman di Ternate dilansir dari Suara.com Jumat (28/8/2020).

baca juga: Jokowi Ajak Benci Produk Asing, HNW: Mungkin Akan Ada Revisi dari Istana?

Ia menyebut perusahaan maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia dan PT Sriwijaya Air masih menunggak pajak jasa katering. Sesuai data, kata dia, pajak katering Garuda yang belum disetor ke daerah sekitar Rp 1,5 miliar terhitung sejak tahun 2013- 2019, sedangkan Sriwijaya menunggak lebih dari Rp 2,2 miliar.

General Manager Garuda Indonesia Cabang Ternate Agung Gunawan mengaku tidak tahu menahu terkait tunggakan pajak katering itu karena persoalan diurus kantor pusat, dan kerja samanya dengan kantor pusat. "Kita di lokal tidak tahu karena kesepakatan kerja sama jasa katering itu dengan kantor pusat. Jasa katering itukan dari lokal, tapi kerja sama dengan pusat," katanya.

baca juga: Darmizal Klaim Ketua DPD hingga Organisasi Sayap Bakal Hadiri KLB Demokrat

Menurut dia, perjanjian kerja sama katering lokal di Maluku Utara itu dengan kantor pusat. Sedangkan Garuda Cabang Kota Ternate hanya sebagai pelaksana, sehingga tidak terkait pembayaran dan sebagainya. Ia mengakui informasi terkait dengan tunggakan pajak itu sudah beberapa bulan lalu telah terdengar dan sudah ada juga korespodensi dari pemkot tapi, langsung diteruskan ke kantor pusat, sehingga ia jadi tidak tahu isinya apa.

Oleh karena itu ia mengakui hingga kini untuk sementara tidak tahu apakah ini kesalahan dari Garuda atau vendor lokal dan bisa jadi Garuda sudah memberikan ke vendor tapi vendor belum teruskan ke pemkot atau memang Garuda yang belum berikan. Ia menegaskan kantor perwakilan tidak berurusan dengan katering.

baca juga: Jadi Komut PT KAI, Jubir Said Aqil Siradj: Gajinya Digunakan Untuk Sedekah

Editor: Ramadhani