Lindungi Balita dari Corona, Ini yang Dilakukan Pemkab Pasaman

Suasana saat penimbangan dan imunisasi anak oleh UPT Puskesmas Ladang Panjang di Tigo Nagari
Suasana saat penimbangan dan imunisasi anak oleh UPT Puskesmas Ladang Panjang di Tigo Nagari (Istimewa)

PASAMAN , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pasaman , Sumatera Barat, terus memperhatikan pemenuhan hak gizi anak di tengah pandemi COVID-19.

"Pemerintah akan terus memperhatikan hak gizi anak agar terhindar dari gizi buruk dan ini cara kita juga untuk melindungi mereka terpapar dari COVID-19," sebut Plt Kepala Dinas Kesehatan, dr Rahadian Suryanta Lubis.

baca juga: Begini Prosedur Pencoblosan pada Pilkada 9 Desember 2020

Ia mengatakan gizi anak merupakan masalah yang harus dilaksanakan secara terpadu dengan berbagai sektor, bukan hanya dengan dilakukan pendekatan medis semata.

Untuk itu lanjut dr Rahadian, di masa pandemi Virus Corona ini akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat, sehingga gizi balita menjadi rentan untuk terpenuhi.

baca juga: Terkait Vaksin Corona, dr Berlian Idris: Tolong Jangan Main-main dengan Nyawa Manusia

"Masalah gizi berkaitan erat dengan masalah ekonomi serta pengetahuan masyarakat. Maka diperlukan pemantauan pertumbuhan balita dan mencegah tidak terjadi gizi buruk maupun stunting," katanya.

Menurut dr Rahadian, ada sejumlah kecamatan di Kabupaten Pasaman menjadi wilayah lokus stunting, karena angka balita penderita stunting terbilang cukup tinggi. Salah satunya Kecamatan Tigo Nagari.

baca juga: Akhir Tahun Ini, 3 Juta Vaksin Corona dari China Masuk ke Indonesia

Upaya telah dilakukan oleh pihaknya melalui UPT Puskesmas Ladang Panjang di Tigo Nagari. Setiap Agustus, merupakan bulan penimbangan balita secara massal.

Sedikitnya ada 38 Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Ladang Panjang, Tigo Nagari. Seluruh posyandu itu siap melaksanakan pemantauan pertumbuhan balita dan pemberian kapsul vitamin A serta pemberian obat cacing secara berkesinambungan.

baca juga: Siap-siap, Harga Properti Diprediksi Meroket Setelah Vaksin Corona Ditemukan

"Kita terus memantau perkembangan kesehatan masyarakat, terutama tumbuh kembang Balita. Selama dilapangan kita juga memperhatikan protokol kesehatan dengan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19," jelasnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Rezka Delpiera