Kejamnya Perdagangan Satwa Liar, BKSDA Agam Sebut 25 Ekor Trenggiling Dibunuh Demi 8 Kilogram Sisik

Pelaku Perdagangan Sisik Trenggiling
Pelaku Perdagangan Sisik Trenggiling (BKSDA Agam)

AGAM , KLIKPOSITIF - Seorang pelaku perdagangan satwa liar diamankan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Balai Penegakan Hukum Kementrian LHK Sumatera dan dibantu Satreskrim Polres Agam , Rabu 26 Agustus 2020 sekitar pukul 14.30 WIB.

Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Agam Ade Putra mengatakan, pelaku yang ditangkap adalah RH (40) warga Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman.

baca juga: Ini Momen Habib Ali Menangis Bertemu Rizieq Sepulang dari Mekkah

Ia ditangkap di jalan lintas di Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung dengan barang bukti fantastis, 8 kilogram sisik trenggiling.

Menurut Ade, untuk mendapatkan 8 kilogram sisik, diperlukan sedikitnya 20-25 ekor trenggiling. Untuk mendapat sisik, tentu saja satwa dilindungi itu mesti dibunuh.

baca juga: Wabup Agam Launching GJB di Tanjung Mutiara

"Menurut pengakuannya, sisik itu didapat dari seseorang di Padang Pariaman untuk diperjualbelikan. Sekitar 20-25 trenggiling mati di alam untuk diambil sisikmya," sebut Ade, Sabtu 29 Agustus 2020.

Ade mengatakan, pelaku terancam pasal 21 ayat 2 huruf d, dan pasal 40 ayat 2 Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda maksimal seratus juta rupiah.

baca juga: UPT BLK Agam Buka Pendaftaran Pelatihan 7 Kejuruan, Ini Jadwalnya

Saat ini tim gabungan sedang mengembangkan kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam perdagangan satwa dilindungi.

Trenggiling dengan nama latin Manis Javanica, merupakan salah satu hewan yang langka yang terancam keberadaannya akibat perburuan liar, padahal satwa ini sangat berperan dalam keseimbangan ekosistem.

baca juga: Disdukcapil Agam Lanjutkan Siskamling di Masa Pandemi

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Haswandi