Dipercayakan Selesaikan Persoalan Dengan PT RAP, Polres Solsel Apresiasi Masyarakat Pemilik Lahan

Masyarakat Bidar Alam dan RPC Datangi Mapolres Solsel, mohon bantuan selesaikan persoalan mereka dengan PT RAP
Masyarakat Bidar Alam dan RPC Datangi Mapolres Solsel, mohon bantuan selesaikan persoalan mereka dengan PT RAP (Kaka)

SOLSEL KLIKPOSITIF - Kapolres Solok Selatan ( Solsel ) AKBP Tedy Purnanto mengapresiasi Masyarakat Nagari Bidar Alam dan Nagari Ranah Pantai Cermin yang mempercayakan kepada Pihak Kepolisian untuk membantu menyelesaikan persoalan mereka dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Ranah Andalas Platation (RAP).

"Kita ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan kepada Pihak Kepolisian untuk menyelesaikan masalah ini, sesuai aturan yang berlaku" kata AKBP Tedi Purnanto usai bertemu perwakilan masyarakat tersebut di Mapolres setempat.

baca juga: Pengurus Kepala Markas, Staf dan Relawan PMI Solsel Dibekali Orientasi dan Pelatihan

Tedi mengatakan persoalan masyarakat pemilik lahan dengan perusahaan perkebunan tersebut sudah cukup lama.

"Ini kan sudah 15 tahun berjalan tetapi tidak selesai-selesai, kita akan memediasi antara masyarakat dengan PT RAP sesuai dengan aturan yang berlaku agar cepat selesai, dan masyarakat mendapatkan haknya kembali," katanya

baca juga: Alwis Ajak Masyarakat Sukseskan MTQ Nasional di Sumbar

Wali Nagari Bidar Alam Gefriadi usai bertemu dengan pihak Polres Solsel dan tim polda Sumbar mengatakan pihaknya bersama masyarakat sepakat untuk menghentikan panen sawit di lahan mereka tersebut sementara waktu.

"Masyarakat diharapkan oleh pihak Polres bersama tim dari Polda untuk sabar menahan diri, agar tidak memicu persoalan baru. Jadi kami masyarakat Bidar Alam dan Ranah Pantai Cermin sepakat untuk menghentikan panen sampai ada informasi selanjutnya dari pihak Polres maupun Polda," katanya.

baca juga: Pjs Bupati Solsel: BUMNag Jangan Latah Pilih Jenis Usaha

Senada Perwakilan Masyarakat Bidar Alam MS Datuk Bagindo Sutan mengharapkan agar anak kemenakannya bisa menahan diri dan menghormati pihak kepolisian.

"Kami berharap kepada anak kemenakan untuk bersabar, mudah-mudahan nanti ada solusi terbaik yang tidak merugikan kita bersama," kata MS Dt. Bagindo Sutan

baca juga: Tiga Pimpinan DPRD Bertemu Pjs Bupati Solsel, Ini yang Dibahas

Dia melanjutkan seandainya persoalan ini tidak selesai juga, masyarakat pemilik lahan akan kembali melakukan pemanenan sawit dilahan mereka tersebut.

"Tentunya tidak anarkis dan merusak tanaman sawit , dalam artian melakukan panen sesuai aturan sehingga tidak merusak tanaman yang berujung pada persoalan hukum," katanya.

Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat pemilik lahan khususnya anak kemenakannya dalam memperjuangkan hak, agar melindungi diri masing-masing agar tidak terjerat kasus hukum.

Dia mengungkapkan sebelum ditanam kelapa sawit , lahan masyarakat tersebut adalah lahan produktif yang ditanami karet, Petai, jengkol serta berbagai jenis tanaman lainnya.

Saat perusahaan datang katanya, masyarakat pemilik lahan ditawarkan kerjasama perkebunan kelapa sawit dengan sistim bagi hasil 40 - 60.

"Kalau dihitung sejak tahun 2005 menanam sawit sekarang umurnya sudah 15 tahun, tetapi kami pemilik lahan baru mendapatkan hasil sejak dua tahun terakhir sebanyak Rp100 ribu per hektar," katanya.

Dia melanjutkan masyarakat pemilik lahan sudah sangat sabar menghadapi persoalan tersebut, berulang kali upaya penyelesaian namun persoalan tersebut juga tidak selesai.

"Kami berharap dan bermohon kepada pemerintah Solok Selatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Polres Solok Selatan dan Polda Sumbar dapat membantu agar kami mendapatkan tanah kami kembali, kami tidak ingin lagi melanjutkan kerjasama dengan pihak perusahaan," katanya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Ramadhani