Kasus Corona Melonjak Naik, Pemerintah Pasbar Bisa Tunda PBM Tatap Muka

Siswa SMK Negeri 1 Talamau
Siswa SMK Negeri 1 Talamau (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ) akan kembali meninjau ulang proses belajar mengajar (PBM) tatap muka setelah meningkatnya kasus positif Corona didaerah itu, Minggu (30/8/2020).

"Status daerah kita sudah kuning setelah bertambahnya 11 orang Postif Corona hari ini dan itu yang saya pikirkan. Namun kita lihat perkembangan besok, tetapi barangkali kita tunda dulu," sebut Bupati Pasaman Barat, Yulianto.

baca juga: FDA Setujui Obat yang Digunakan Trump Menjadi Obat Covid-19

Ia mengatakan penundaan itu dilakukan jika dari hasil test swab beberapa pasien tidak memungkinkan Pemerintah Pasaman Barat akan menutup dulu PBM tatap muka. "Kita lihat situasi perkembangan besok, jika tidak memungkinkan akan kita tunda dulu belajar tatap muka," katanya.

Terhadap instruksi penutupun sekolah pihaknya tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan dan harus berkoordinasi dengan Pemerintahan Propinsi Sumatera Barat untuk menutup sekolah tingkat lanjutan atas.

baca juga: Vaksinasi Covid-19 Dimulai November, Ini Kata DPR

"Berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintahan propinsi dalam hal ini gubernur. Kita juga telah dapat arahan dari gubernur untuk segera tracking. Namun dalam hal ini memang sudah kita lakukan," jelasnya.

Sementara untuk keramaian seperti hajatan pesta pernikahan Bupati Pasama Barat meminta agar tetap memenuhi standar protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan.

baca juga: Di Rumah Aja Bikin Anak Rawan Obesitas, Ini Cara Mencegahnya

"Izin keramaian tetap boleh seperti untuk pesta resepsi pernikahan namun harus menggunakan standar protokol," ungkapnya.

Disamping itu Bupati Yulianto masih memikirkan tentang pemberlakuan PSBB di Pasaman Barat, namun terkait hal itu kata dia harus memikirkan terkait faktor ekonomi dan harus dipertimbangkan dengan matang.

baca juga: JK: Penemu Obat Corona Berjasa dalam Kemanusiaan

"Untuk saat ini kita masih menerapkan New Normal. Yang terpenting itu sebenarnya masyarakat harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan demi menjaga keselamatan diri," ujarnya.

Berita sebelumnya 11 warga Pasaman Barat terindikasi terinfeksi Virus Corona dan saat ini 10 pasien positif tersebut telah diisolasi di RSUD Pasaman Barat dan 1 orang lagi RS BMC Padang.

Pasien ini terdiri dari 7 dokter magang di RSUD Pasaman Barat dan 3 dokter magang di Puskesmas Sukamenanti serta 1 orang merupakan warga Aek Nabirong yang di rawat di RS BMC Padang.

Selain dari 11 pasien itu 1 orang warga Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman berinisial MA (38) positif Corona . Warga itu diketahui positif dari hasil tes usap atau swab test mandiri di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang setelah pasien pulang dari Pulau Jawa.

Kemudian terhadap empat pasien yang sebelumnya positif, tiga orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh yakni SP (30), CB (25) dan AR (63). Sementara AM (23) masih diisolasi.

Keempat pasien ini merupakan satu keluarga yang terpapar. Setelah dua diantaranya melakukan perjalanan darat dari Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Dengan demikian saat ini ada 13 orang warga Pasaman Barat yang positif Corona .

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Ramadhani