Corona Melejit di Bukittinggi, Wakil Wali Kota: Kita Belum Berencana Lakukan PSBB

Wakil Wali Kota Bukittinggi Irwandi
Wakil Wali Kota Bukittinggi Irwandi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kota Bukittinggi menyebut, pihaknya belum akan mengambil langkah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah meningkatnya penularan virus corona.

Wakil Wali Kota Bukittinggi Irwandi mengatakan, masyarakat diminta tetap tenang menyikapi merebaknya penularan COVID-19.

baca juga: Terus Melonjak, Angka Positif Corona di Indonesia Sudah 385.980 Kasus

"Langkah kita tetap melakukan sosialisasi dan meningkatkan sosialisasi kepada warga agar patuh para protokol kesehatan. Kita belum PSBB," kata Irwandi, Senin 31 Agustus 2020.

Jika warga bisa menjalankan protokol kesehatan lewat cara memakai masker, jaga jarak dan sering mencuci tangan, Irwandi mengatakan rantai penularan COVID-19 akan terputus dengan sendirinya.

baca juga: Milad ke 65, UMSB Launching Logo Baru

"Soal PSBB itu di tingkat Gugus Atas, dan kita juga berpedoman dari instruksi pemerintah tingkat atas. Namun warga diminta betul-betul menaati protokol kesehatan," kata Irwandi.

Kasus pertama virus corona di Bukittinggi terjadi pada Maret 2020. Saat itu, Pemko Bukittinggi mengambil keputusan agresif dengan melakukan PSBB hingga akhir Mei. Akibat PSBB, sekolah, objek wisata, pesta pernikahan, maupun kegiatan keramaian lainnya distop.

baca juga: Inggris Uji Coba Tes Air Liur Untuk Deteksi Virus COVID-19

Keputusan ini berdampak baik bagi pemutusan rantai COVID-19, kendati kondisi perekonomian Bukittinggi babak belur. Selama PSBB kasus penularan virus corona menjangkiti 17 pasien, 1 diantaranya meninggal dunia.

Lantas, 1 Juni 2020 hingga sekarang, Bukittinggi melepas PSBB dan masuk ke tatanan normal baru. Sejak itu, kasus kemudian muncul satu-satu dan mencapai puncaknya di Agustus ini sehingga total penularan mencapai 68 pasien. Jumlah pasien meninggal kemudian bertambah 3 sehingga totalnya ada 4 .

baca juga: Rencana Vaksinasi COVID-19 pada Minggu kedua November Terancam Molor

Pada Senin 31 Agustus 2020 ini, tidak ada laporan penambahan pasien di Bukittinggi , sementara kemarin terdata 9 pasien tambahan.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Haswandi