Tim Surveilans Kota Padang Panjang Terus Bekerja Tanpa Batas Putus Mata Rantai COVID-19

Tim Surveilans Kota Padang Panjang bekerja tanpa batas waktu memutus mata rantai Corona
Tim Surveilans Kota Padang Panjang bekerja tanpa batas waktu memutus mata rantai Corona (Ist)

KLIKPOSITIF -- Di awal cuti bersama Kamis, 20 Agustus lalu hingga Minggu, 23 Agustus, Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang Panjang justru sibuk menjalankan tugas melakukan tracing dan swab terhadap sejumlah warga Kota Padang Panjang , musabab, ada 4 orang yang terkonfirmasi positif corona.

"Kamis ada positif, kita langsung tracing, Jumat kita melakukan swab, Sabtu melakukan swab, hari Sabtu itu langsung mengantarkan sampel ke Lab. Unand, setelah itu kita pulang jam 4 Pagi, akhirnya saya menginap di kantor," Ungkap Ade Cici Lubis, salah seorang Tim Surveilans DKK Padang Panjang melalui rilis Kominfo, Selasa, (25/8).

baca juga: Ratusan Hafiz Quran di PontrenMu Terima Sertfikat dari Gubernur Sumatra Barat

Rencana Ade jalan-jalan bersama keluarga kecilnya buyar, karena harus menjalankan tugas. "Ini lah profesi yang harus saya jalani, meski keluarga kecil merasa sedikit kecewa," ungkap Ade.

"Kami bekerja 24 jam, kami tidak mengenal hari libur, cuti bersama, bahkan di Dinas Kesehatan ini kita tidak mengenal Sabtu, Minggu," ungkap Ade mencurahkan isi hatinya.

baca juga: Fadly Amran Jadikan SMPN 4 Sekolah Anti Narkoba

Terlepas dari itu, ade yang akrab dipanggil Ucok bersyukur mendapatkan hasil yang maksimal dalam bekerja. " Itulah kepuasan batin bagi kami dan teman teman surveilans Kota Padang Panjang , Itu tak ternilai dengan uang," katanya.

Kerja sigap Tim Surveilans melakukan tracing, pengambilan Swab dan menguji sampel di Lab Unand merupakan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Padang Panjang .

baca juga: Bawa Sabu, Dua Pemuda Aie Angek Diringkus Polisi

Kepala Labor Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas ( Unand) Padang, dr. Andani Eka Putra dalam berita yang dikutip dari kompas.com mengatakan, memutus mata rantai Covid-19 itu ibarat menangkap harimau yang berkeliaran, bukan harimau yang sudah terperangkap.

"Lebih baik kita tangkap harimau yang berkeliaran di hutan daripada menemukan harimau yang sudah terperangkap. Artinya yang harus kita temukan itu adalah penderita Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala bukan status pasien dalam pengawasan," jelas Andani.

baca juga: 30 Pegawai Rutan di Padang Panjang Divaksin, 115 Warga Binaan Didaftarkan

Caranya yaitu melakukan tracing, kemudian diswab, dan sampelnya dites di labor.

"Kuncinya ada di situ. Tracing, diswab kemudian sampelnya dites di labor. Ada yang positif ditracing lagi, diswab dan diperiksa.lagi. Begitu seterusnya," kata Andani.

Menurut Andani, tiga hal tersebut harus dilakukan dengan cepat karena yang dilawan itu virus dengan penularan cepat.

Agaknya, apa yang disampaikan oleh dr. Andani itulah yang diupayakan oleh Tim Surveilans DKK Kota Padang Panjang . Mereka bekerja keras, sigap, cepat, hingga tak mengenal waktu. Tugas mulia yang patut diapresiasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Drs. H. Nuryanuwar, A. Pt. M. Kes MMR. menyampaikan, Survailans Padang Panjang termasuk survailans yang tangguh, ulet dan teliti dalam pengendalian covid-19.

Mereka bekerja full 7 hari kerja dari pagi hingga malam, tidak pernah lelah. 7 hari kerja dalam seminggu dibawah kepemimpinan kabid kesmas dan P2P Rahmaisa .SKM serta kasi P2P Erlinda.SKM

"Buktinya jumlah tracking, tracing hingga swab yang telah diselesaikan dengan proporsi tes tertinggi di Sumatera Barat periode sampai Agustus, yaitu diangka 5.84, sementara sumatera barat di angka 1.61," ungkap Kadis Nuryanuwar.

Dirinya dan Tim Surveilans selalu berkordinasi dan saling mendukung. " Meski Ini tugas berat dan beresiko , ini adalah amanah Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang , semoga kita selalu diberi kekuatan," Pungkasnya.

Editor: Khadijah