Boris Johnson Bikin Akun LinkedIn, Terkait Kabar Mundur dari PM

Boris Johnson
Boris Johnson (net)

KLIKPOSITIF - Perdana Menteri Inggris , Boris Johnson membuat akun 'profesional' LinkedIn. LinkedIn sendiri dikenal sebagai platform yang umumnya digunakan oleh para pencari kerja.

Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya tentang maksud dan tujun PM Inggris tersebut. Akun LinkedIn Boris Johnson ini cukup menyita perhatian karena muncul bertepatan dengan isu dirinya yang akan mundur sebagai Perdana Menteri Inggris .

Dilansir dari The Times pekan lalu, Sir Humphry Wakefield mengatakan bahwa Boris Johnson sedang dalam proses keluar dari posisi perdana menteri karena memiliki masalah kesehatan setelah sembuh dari Covid-19.

baca juga: Terekam CCTV Bocah Diculik saat Main di Teras Rumah, Dimasukkan Karung

Namun, Boris Johnson membantah dan berkata "Jika ada, jauh lebih baik karena saya telah menurunkan berat badan. "Tidak cukup, tapi aku telah kehilangan setidaknya satu setengah pon."

Dilansir dari Metro Boris mengatakan akun LinkedIn itu dibuat untuk kebutuhan profesional karena ia harus terhubung langsung dengan para pengusaha.

Downing Street juga membenarkan hal itu. Mereka mengatakan, penting bagi Boris Johnson untuk terlibat langsung dengan kalangan bisnis dan pekerja demi pemulihan ekonomi dari pandemi virus corona. "Anda bisa melihat campuran konten tertulis dan video dari PM yang akan mempromosikan bisnis Inggris , pekerjaan dan pengumuman ekonomi," jelas pernyataan dari juru bicara resmi PM Inggris .

"Dan juga (akun LinkedIn) merinci beberapa kunjungan dan keterlibatan PM dengan bisnis," lanjut juru bicara yang sama sembari menyebut pemimpin lainnya yang memiliki akun LinkedIn.

"Saya pikir sejumlah pemimpin lain juga ada di LinkedIn saat ini - saya pikir Presiden [Prancis] (Emmanuel) Macron dan Perdana Menteri [Kanada] (Justin) Trudeau, misalnya. Mantan PM Inggris David Cameron juga ada di LinkedIn.

"Saya hanya ingin memberi tahu Anda bahwa saya sekarang ada di LinkedIn. Bisnis dari semua ukuran sangat penting bagi negara ini dan saya ingin terhubung lebih langsung dengan Anda saat kami membangun kembali dengan lebih baik," ujarnya.

baca juga: Temuan Baru, Covid-19 Bisa Menular dalam Waktu Kurang dari Satu Menit

Editor: Ramadhani