Di Masa Pandemi, Peminat PNP Jalur Mandiri Meningkat 25 Persen, 2006 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Mandiri Masuk PNP dan 15 PTS

Calon mahasiswa sedang mengikuti seleksi mandiri masuk PNP.
Calon mahasiswa sedang mengikuti seleksi mandiri masuk PNP. (Ist)
PADANG, KLIKPOSITIF

- Sebanyak 2006 calon mahasiwa dari pelbagai daerah di Sumatera Barat, mengikuti seleksi mandiri yang diselenggarakan Politeknik Negeri Padang ( PNP ) dengan 15 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di lingkungan LLDikti Wilayah X, Sabtu (5/9/2020).

Bertempat di kampus PNP , Limau Manis, Kota Padang, seleksi itu digelar dengan memenuhi standar protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan facesheild, memeriksa suhu tubuh peserta ujian sebelum masuk ke ruang ujian dan menyediakan fasilitas tempat cuci tangan

baca juga: Lulus Kuliah Tapi Belum Bekerja, Buruan Join dengan VSGA Digital Talent Schorlaship yang Digelar PNP

"Bagi peserta seleksi yang tidak bawa faceshield, kami sediakan faceshield-nya. Kemudian ruang seleksi yang biasanya untuk 30 peserta, sekarang dijadikan 12 sampai dengan 15 peserta. Usai seleksi , ruangan kami semprot dengan cairan disenfektan," kata Direktur PNP Surfa Yondri usai meninjau seleksi mandiri masuk PNP dan PTS di lingkungan LLDikti Wilayah X.

Selama seleksi atau selama berada di lingkungan kampus PNP , peserta wajib untuk mengikuti aturan protokol kesehatan. Kemudian, jika ada peserta yang suhu tubuhnya tinggi, maka seleksinya dipisahkan, karena PNP telah menyediakan ruang khusus untuk peserta seleksi mandiri yang suhu tubuhnya tinggi.

baca juga: Siapkan Prodi DII Fast Track, PNP Teken Kerjasama dengan Sejumlah Perusahaan

Di ruang khusus itu, kata Yondri melanjutkan, peserta yang melaksanakan seleksi juga diawasi oleh pengawas yang telah dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) dan pengawas tersebut juga menggunakan baju hazmat. "Ini dilakukan, agar di PNP tidak terjadi klaster penularan Covid-19," ujarnya.

Pada seleksi bersama yang berlangsung di tengah pandemi saat ini, Yondri juga menuturkan bahwa ada satu peserta yang positif Covid-19 dan saat ini sedang dirawat di Semen Padang Hospital. Namun begitu, peserta tersebut juga tetap mengikuti seleksi mandiri, sama dengan peserta lainnya.

baca juga: Belum Tamat Kuliah, Mahasiswa Semester Akhir Politeknik Negeri Padang Faizura Zadri Dilirik Perusahaan Konsultan Komputer

"Satu peserta yang positif itu kemarin sudah kami sediakan fasilitas untuk ikuti seleksi , seperti modem, laptop dan lainnya. Tadi pagi, saya bersama rombongan sudah menyaksikan dia ujian. Selama seleksi atau ujian, dia juga diawasi oleh perawat. Dia sudah satu bulan dirawat di Semen Padang Hospital," bebernya.

Bagi PNP , pelaksanaan seleksi untuk mahasiswa baru di tengah pandemi ini sudah dua kali dilakukan. Sebelumnya pada Juli kemarin, PNP juga telah melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru kelas kerjasama untuk Prodi Teknik Alat Berat. Dan selama pelaksanaan seleksi , PNP juga menghadirkan pihak BPBD dan Dinas Pendidikan.

baca juga: Ini Ambang Batas SKD Seleksi Calon Aparatur Sipil NegaraTahun 2021 Melalui Skema Sekolah Kedinasan

"Artinya, seleksi kali ini sudah mendapat izin dari pemerintah. Bahkan rencananya, Pak Walikota Padang akan hadir hari ini di kampus PNP untuk menyaksikan jalannya seleksi mandiri penerimaan mahasiswa baru PNP dengan menerapkan protokol kesehatan. Tapi karena suatu hal, beliau tidak jadi hadir," bebernya.

Lebih lanjut, Yondri juga menyampaikan bahwa peminat seleksi mandiri masuk PNP tahun ini meningkat 25 persen. "Ini diluar dugaan. Tahun lalu peserta ujian sebanyak 1500 peserta, sekarang ini naik menjadi 2006 peserta. Perkiraan kami sebelumnya, tahun ini mengalami penurunan karena wabah Covid-19, tapi malah sebailknya," ungkap Yondri.

Sementara itu, Kepala LLDIkti Wilayah X Prof. Herri, SE, MBA, yang turut hadir menyaksikan pelaksanaan seleksi mandiri itu mengatakan bahwa seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri yang digelar oleh PNP dengan kerjasama 15 PTS di lingkungan LLDikti Wilayah X ini merupakan kerjasama tahun kedua.

"Ada 15 PTS yang terlibat dalam kerjasama ini, UBH Padang, STTIND Padang, Universitas Tamsis Padang, STIKES Perintis, Akper Baiturrahmah, Stikes Hang Tuah Tanjung Pinang, Politeknik Kampar Riau, Universitas Abdurrab, Universitas Dharmas Indonesia, Unidha, ITP, Institut Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi, STIA LPPN, UMSB dan Politeknik Caltex Riau," katanya.

Kerjasama penerimaan mahasiswa baru ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kualitas input (peminat PTS). Kerjasama PTS dengan PNP yang merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) vokasi itu, juga sejalan dengan konsep pemerintah bahwa tidak adalagi dikotomi antara PTN dan PTS.

"Tugas kita itu bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa melalui perguruan tinggi. Siapapun yang tamat dari perguruan tinggi kualitasnya sama dan bisa bersaing secara nasional. Untuk menghilangkan dikotomi itu, pemerintah juga telah mengubah nama Kopertis menjadi LLDikti sebagai pembina PTS," katanya.

Tidak hanya mengubah nama Kopertis menjadi LLDikti, pemerintah kata Herri, juga memberikan mahasiswa PTS hak yang sama dengan mahasiswa PTN, seperti beasiswa. Di PTN ada bantuan UKT, untuk PTS juga ada, namun namanya SPT. Di LLDikti Wikayah X, ada 7000 mahasiswa yang dapat bantuan SPT, termasuk bantuan pulsa di masa pandemi ini. Tidak hanya mahasiswa, hak dosen PTS juga sama dengan PTN.

"Kerjasama ini juga membantu calon mahasiswa. Contohnya, ada calon mahasiswa yang mendaftar di Riau dan pilihannya di Padang. Maka, pelaksanaan seleksinya di Politeknik Caltex Riau tanggal 8 Sepetember nanti. Jadi, calon mahasiswa yang di Riau tidak perlu ke Padang, cukup seleksinya di Politeknik Caltex Riau, apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi," pungkas Herri.(*)

Editor: Riki