KPU Pasbar Nilai Imbauan Mematuhi Protap COVID-19 bagi Bacalon Kepala Daerah Tidak Berjalan Baik

Ketua KPU Pasaman Barat, Alharis bersama Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM (Pasmas), Misdarliah
Ketua KPU Pasaman Barat, Alharis bersama Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM (Pasmas), Misdarliah (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR, KLIKPOSITIF - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pasaman Barat telah mengimbau kepada bakal calon kepala daerah, yang mendaftar ke KPU mentaati protokol kesehatan COVID-19 yang telah ditetapkan. Namun imbauan yang disampaikan tidak berjalan baik. Sebagian pasangan bakal calon yang akan maju pada Pilkada 2020 Pasaman Barat, datang ke KPU diiringi dengan jumlah massa yang banyak saat mendaftar.

"Kewenangan kita terbatas, kita hanya bisa membatasi kerumunan masa saat pendaftaran di kantor KPU saja," kata Ketua KPU Pasaman Barat, Alharis kepada KLIKPOSITIF , Minggu, 6 September 2020.

baca juga: Ini Alasan Milenial Sumbar Memilih Nasrul Abit-Indra Catri

Ia mengatakan, kejadian di jalan atau di tempat lain saat bakal paslon dalam perjalanan menuju kantor KPU setempat, itu diluar kewenangan penyelenggara. Namun pihaknya tidak menduga dengan adanya kerumunan massa yang mengiringi bakal calon kepala daerah yang akan melakukan pendaftaran ke KPU Pasaman Barat.

Menurutnya, tim satuan gugus COVID-19 terus berupaya memutus mata rantai penyebaran virus itu. Sebab lonjakan kasus Virus Corona terus meningkat. Saat ini ada 21 orang warga didaerah itu yang positif COVID-19.

baca juga: Ingatkan Pemilih, Musisi Agam Ciptakan Lagu Pilkada Badunsanak

Ia mengaku KPU telah melakukan imbauan sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran COVID-19, serta membantu pemerintah dalam rangka menekan jumlah kasus positif di masyarakat.

"Kami dari awal telah menyampaikan surat imbauan ke Bapaslon dan Partai Politik pendukung, untuk tidak memobilisasi massa dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19," jelasnya.

baca juga: Prioritaskan Pembangunan di Timpeh, Ninik Mamak dan Tokoh Masyarakat Siap Dukung SR-Labuan

"Tapi apa boleh buat, kewenangan kita terbatas dalam mengatur kerumunan massa. Kita hanya bisa membatasi di arena dan diruangan dengan mengatur jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker," sambungnya.

Menurutnya semua calon kandidat dan masyarakat atau pendukung bakal paslon harus konsisten mematuhi aturan untuk menerapkan ptotokol kesehatan COVID-19 ditengah pandemi, sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran virus itu.

baca juga: Penjelasan KPU Sumbar Terkait Pemilih OTG, PDP, dan Isolasi Mandiri

"Mari konsisten mematuhi aturan. Para calon pemimpin harus bisa memberikan contoh, sehingga kami penyelenggara juga bisa fokus melaksanakan tugas dalam tahapan Pilkada kedepannya," ujarnya.

Alharis menjelaskan hingga saat ini sudah ada sebanyak lima pasangan calon yang mendaftar sebagai pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati ke KPU Pasaman Barat.

Diantaranya Yulianto - Syafrial yang didukung oleh Partai Demokrat (6 Kursi) dan Nasdem (3 Kursi). Hamsuardi - Risnawanto yang didukung oleh PAN (4 kursi), PKS (3 kursi), dan PDIP (4 kursi). Agus Susanto - Rommy Candra dari Calon Perseorangan.

Kemudian, Maryanto dan Yulisman, yang didukung oleh Partai Gerindra (7 kursi) dan Parati PBB (1 kursi). Terakhir Erick Hariyona - Syawal Suro yang didukung oleh Partai Golkar (5 kursi), PPP (2 kursi), Perindo (1 kursi) dan PKB (2 kursi).

Saat pendaftaran pihaknya langsung melakukan verifikasi syarat pencalonan, dari hasil verifikasi semua bakal calon dinyatakan telah memenuhi syarat dan diberikan tanda terima kepada masing-masing bakal pasangan calon, Partai Politik Pendukung dan Bawaslu.

"Walaupun secara hitungan jumlah kursi partai politik sudah tidak lengkap lagi untuk mengajukan calon, kita tetap membuka pendaftaran sampai jam 00.00 WIB dihari ini," terangnya.

Ia menambahkan untuk proses kampanye dimasa pandemi Corona ini, pihaknya masih menunggu peraturan regulasi tahapan kampanye dari KPU RI.

"Baru kemaren KPU RI melakukan diskusi dengan Komisi II DPR RI tentang peraturan kampanye di masa pandemi corona ini. Saat ini kita masih memakai tahapan kampanye masa normal biasa," imbuhnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Fitria Marlina