Kasus COVID-19 Meningkat, Bupati Agam Minta Nagari Siapkan Rumah Isolasi

Bupati Agam Indra Catri
Bupati Agam Indra Catri (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF - Bupati Agam Indra Catri mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kedisiplinan protokol COVID-19 setelah kembali meningkatnya kasus Virus Corona di daerah tersebut.

"Segera putus mata rantai penyebaran COVID-19, mengingat cukup banyaknya hasil swab yang terkonfirmasi COVID-19. Hari ini saja ada penambahan 39 kasus," kata Indra Catri, Minggu 6 September.

baca juga: Masyarakat Sumbar akan Divaksin COVID-19? Gubernur Minta Disosialisasikan Dulu

Untuk itu, Indra Catri mengingatkan masyarakat memaksimalkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak atau (3M).

"Maksimalnya penerapan 3M tersebut dilakukan dengan cara 3T, yakni testing atau pemeriksaan, tracing atau pelacakan dan treatment atau pengobatan," jelasnya.

baca juga: Terus Melonjak, Angka Positif Corona di Indonesia Sudah 385.980 Kasus

Sedangkan untuk penanganan kasus warga yang terinfeksi Covid-19, saat ini tengah dipersiapkan rumah isolasi berbasis nagari (kaum). Hari ini akan dilakukan peninjauan rumah isolasi di Palupuh dan Ampek Angkek.

"Salah satu langkah penanganan yang dilakukan adalah dengan menyiapkan rumah isolasi berbasis nagari atau kaum, dengan menempatkan tenaga kesehatan sebagai pengawas teknis di rumah isolasi tersebut," ungkap Dr. Indra Catri.

baca juga: Inggris Uji Coba Tes Air Liur Untuk Deteksi Virus COVID-19

Mengingat warga yang terpapar COVID-19 menyebar hampir di sebagian besar daerah Kabupaten Agam , pihaknya mengharapkan setiap nagari di Kabupaten Agam untuk mempersiapkan tempat untuk dijadikan lokasi rumah isolasi.

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Kabupaten Agam , Drs. Martias Wanto Dt. Maruhun mengatakan, ke 39 warga yang terpapar Covid-19 tersebut berasal dari hasil tracing yang dilaksanakan di RSUD Lubuk Basung, Puskesmas Lubuk Basung, Puskesmas Biaro, Puskesmas Baso dan Puskesmas Lasi.

baca juga: Rencana Vaksinasi COVID-19 pada Minggu kedua November Terancam Molor

14 orang dari 39 orang yang terkonfirmasi COVID-19 tersebut merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Lubuk Basung, puskesmas dan bidan desa.

Dijelaskan lebih lanjut, di antara 39 warga Agam yang terkonfirmasi tersebut terdapat beberapa warga yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Karena memang kita tidak bisa mengelak dari tugas, maka kepada aparat pemerintahan diingatkan untuk memperketat penerapan protokol kesehatan COVID-19," tegasnya.

Editor: Rezka Delpiera