Dilaporkan Positif COVID-19, Balon Bupati Lima Puluh Kota M. Rahmad Mengaku Belum Terima Hasil Swab

Balon Bupati Lima Puluh Kota, Muhammad Rahmad saat mendaftar ke KPU, Sabtu (5/9).
Balon Bupati Lima Puluh Kota, Muhammad Rahmad saat mendaftar ke KPU, Sabtu (5/9). (Ist)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Dilaporkan sebagai salah seorang yang terkomfirmasi positif COVID-19, Bakal Calon (Balon) Bupati Lima Puluh Kota Muhammad Rahmad mengaku bahwa sampai Senin (7/9) pukul 14.30 WIB pihaknya belum menerima hasil swab yang menyatakan bahwa dirinya terpapar virus tersebut.

Dia mengaku cukup kaget atas adanya pemberitaan di media sosial dan online yang meyebutkan bahwa dirinya terkonfirmasi positif COVID-19.

baca juga: Safaruddin Promosikan Produk UMKM Lima Puluh Kota di Apkasi Otonomi Expo 2021

"Kabarnya berdasarkan hasil uji Labor Unand. Terus terang, kami belum bisa memberikan jawaban apapun karena kami sendiri belum menerima hasil resmi pemeriksaan. Kami juga belum menerima informasi apapun dari Dinas Kesehatan atau KPUD Kabupaten Lima Puluh Kota ," kata M. Rahmad melalui siaran pers tertulisnya, Senin (7/9).

Ia mengatakan, pada Sabtu (5/9) bersama pasangannya di Pilkada Asyirwan Yunus bersama partai koalisi Gerindra, PKB, Hanura, Gelora, PBB, dan sejumlah tokoh Kabupaten dan nasional, mendaftar ikut pilkada ke KPU Kabupaten Limapuluh Kota.

baca juga: Angkut Beras Dengan Armada Berteknologi Canggih, ACT Penuhi Kebutuhan Pangan Payakumbuh dan Lima Puluh Kota

"Sesuai protokol yang ditetapkan KPU, sebelum pendaftaran, kami harus negatif COVID-19 yang dibuktikan hasil tes usap atau PCR. Dan kami membawanya, bukti negatif itu kami peroleh dari hasil tes usap atau PCR di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta pada 31 Agustus yang hasilnya kami terima 2 September," ujarnya.

Sedangkan pada Minggu (6/9) sekitar pukul 14.30 WIB atas arahan KPU Kabupaten Lima Puluh Kota tersebut, ia bersama Asyirwan Yunus melakukan tes swab ke Labor Universitas Andalas yang juga dihadiri calon Kepala Daerah dari Pasaman Barat.

baca juga: Niniak Mamak Harus Berperan Dalam Meningkatkan Angka Vaksinasi di Daerah

"Kami hanya menyayangkan informasi yang beredar. Kami sendiri belum menerima hasil apapun dari pihak terkait. Jika seandainya informasi itu benar, tentu itu sangat disayangkan bila publik lebih dahulu mengetahui dari yang bersangkutan," sebutnya

Dari segi etika dan kode etik kedokteran serta etika penyampaian informasi ke publik oleh Aparatur Pemerintah, tentu tidak dapat dibenarkan.

baca juga: Cek Kesiapan COD Pembangkit Listrik EBT, Manajemen PLN Sumbar Kunjungi PLTM Siamang Bunyi

"Mari kita sama sama melakukan koreksi diri untuk memperbaiki tatacara dan sistem penyampaian informasi kepada publik. Namun saya berharap, informasi yang sudah beredar di media sosial dan media online adalah informasi yang tidak bersumber dari Labor Unand dan KPU Limapuluh Kota," ujarnya.

Untuk saat ini, ia mengaku tidak merasakan apa-apa dan dalam kondisi fisik yang terasa biasa saja dan tidak ada batuk, tidak ada sesak nafas, tidak ada demam, suhu tubuh normal.

"Namun kami akan tetap melakukan isolasi mandiri dan akan melakukan tes usap kembali di Jakarta sambil menunggu hasil dari Labor Unand," kata dia.

Informasi positifnya M. Rahmad pertama kali disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Sumbar Jasman Rizal yang menyebut bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Labor Unand diketahui ada dua Balon Bupati terkonfirmasi positif COVID-19.

"Setau saya dari Kabupaten Agam satu bakal calon bupati berinisial TF dan dari Kabupaten Limapuluh Kota berinisial MR," terangnya.

Hal itu juga dibenarkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Lima Puluh Kota , Ferry Copa yang sudah mendapat informasi terkait salah seorang Balon Bupati Lima Puluh Kota terkonfirmasi positif COVID-19.

"Iya, tadi saya sudah menghubungi langsung bapak Jasman sebagai Juru Bicara COVID-19 Sumbar dan memang benar salah satu calon, yakni bapak MR dinyatakan positif COVID-19," kata Fery Chofa

Ia mengatakan, dari koordinasi dengan pihak dinas kesehatan bahwa saat sedang dilakukan tracing dan tracking untuk yang kontak dengan pasien positif.

Dengan bertambahnya satu pasien positif ini, Hingga saat ini sudah ada 53 warga Limapuluh Kota yang dinyatakan terjangkit COVID-19. (*)

Editor: Taufik Hidayat