Beredar Kabar Dirinya Positif COVID-19, Ini Tanggapan Bakal Calon Bupati Lima Puluh Kota

Pasangan Calon Bupati MR dan Calon Wakil Bupati Asyirwan Yunus saat mendaftar di KPUD Lima Puluh Kota Beberapa waktu lalu.
Pasangan Calon Bupati MR dan Calon Wakil Bupati Asyirwan Yunus saat mendaftar di KPUD Lima Puluh Kota Beberapa waktu lalu. (Ade Suhendra)
LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF -

Pasca mendaftar sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Lima Puluh Kota , Sabtu 5 September 2020, MR yang berpasangan dengan Asyirwan Yunus dikabarkan positif COVID-19. Informasi ini beredar dengan cepat di media online dan media sosial pada Senin 7 September 2020.

Menanggapi hal tersebut, MR yang merupakan Bakal Calon Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota menjelaskan dirinya Sabtu, tanggal 5 September 2020 bersama Asyirwan Yunus mendaftar ikut pilkada ke KPUD Kab Lima Puluh Kota . Kemudian sebelum pendaftaran, ia harus negatif COVID-19 yang dibuktikan hasil uji Swab/PCR.

baca juga: 24 Warga Solok Positif Covid-19, 11 Diantaranya Anggota KPPS

"Bukti negatif itu kami peroleh dari hasil uji swab/PCR di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta pada 31 Agustud 2020 yang hasilnya kami terima pada 2 Septeer 2020 adalah negatif. Pada hari Minggu 6 Sept 2020 sekitar pukul 14.30 WIB, atas arahan KPUD Kabupaten Lima Puluh Kota , kami melakukan test swab atau PCR ke Labor Universitas Andalas yang terletak di Komplek Fakultas Kedokteran Padang dan bersama kami juga hadir calon-calon kepala daerah dari Pasaman Barat," kata MR.

Sementara itu, kurang dari 24 jam atau pada pagi tadi ia pun mendengar kabar dan membaca di media online dan media sosial dirinya dinyatakan positif. Menurut informasi yang beredar dikatakannya hasil tersebut berasal dari uji labor di Lab. Unand Padang.

baca juga: KPU Akan Datangi Pasien Covid untuk Pilkada, Ahli Sebut Memperburuk Keadaan

"Kami juga menerima banyak sekali pesan WhatsApp yang menanyakan keabsahan berita tersebut. Terus terang, kami belum bisa memberikan jawaban apapun karena kami sendiri belum menerima hasil resmi pemeriksanaan swab oleh Labor Unand dan kami juga belum menerima informasi apapun dari Dinas Kesehatan atau KPUD Kabupaten Lima Puluh Kota ," ujarnya.

Menurutnya terlepas dari benar atau tidaknya informasi yang beredar, tentu ia tetap harus berjaga jaga agar semua pihak dapat terhindar dari COVID-19. Apalagi dijelaskannya pada saat pendaftaran di KPUD, dirinya berinteraksi dengan banyak sekali masyarakat termasuk dengan KPUD Lima Puluh Kota sendiri.

baca juga: Tiga Mantan Presiden AS Ini Bersedia Disorot TV Saat Suntik Vaksin Covid-19

"Oleh karena itu, mari kita tetap memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan serta tetap jaga stamina agar senantiasa fit dan sehat. Namun kami hanya menyayangkan informasi yang beredar karena kami sendiri belum menerima hasil apapun dari pihak terkait," kata MR yang diusung oleh Partai Gerindra, PKB, dan Hanura tersebut.

Lebih lanjut ditambahkannya bahwa jika seandainya informasi itu benar, tentu hal tersebut sangat disayangkan karena publik lebih dahulu mengetahui dari yang bersangkutan. Menurutnya dari segi etika dan kode etik kedokteran serta etika penyampaian informasi ke publik oleh Aparatur Pemerintah, tentu tidak dapat benarkan.

baca juga: Hari Ini, 22 Warga Tanah Datar Terkonfirmasi Positif COVID-19

"Mari kita sama-sama melakukan koreksi diri untuk memperbaiki tata cara dan sistem penyampaian imformasi kepada publik. Namun saya berharap, informasi yg sudah beredar di media sosial dan media online adalah informasi yang tidak bersumber dari Labor Unand dan KPUD Lima Puluh Kota ," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa untuk saat ini kondisinya tidak merasakan apa-apa. Kondisi fisik kami terasa biasa saja. Ia pun juga mengaku tidak ada batuk, tidak ada sesak nafas, tidak ada demam, suhu tubuh juga normal.

"Tapi kami akan melakukan isolasi mandiri, dan akan melakukan uji swab/PCR kembali di Jakarta sambil menunggu hasil dari Labor Unand. Terima kasih atas perhatian kita semua, mari kita tetap waspada dan jaga diri dari COVID-19," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi