Pemprov Sumbar Bergerak Cepat ke BNPB, Perjuangkan Anggaran 32 Miliar untuk Abrasi Pantai di Padang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman saat meninjau abrasi pantai di Kota Padang
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman saat meninjau abrasi pantai di Kota Padang (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) menurunkan tim verifikasi ke Provinsi Sumbar, untuk penanganan darurat abrasi di kawasan pantai di Kota Padang, Senin, (31/8) lalu.

Tim verifikasi ini diturunkan, sebagai respon cepat Kepala BNPB , Letjend TNI, Doni Monardo, menindaklanjuti kunjungan kerja rombongan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno ke Kantor Pusat BNPB , 11 Agustus lalu.

baca juga: Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2021, BPBD Payakumbuh Gelar Apel dan Latihan Evakuasi Bencana

Informasi sebelumnya, kunjungan kerja rombongan Gubernur Sumbar tersebut, memperjuangkan anggaran BNPB untuk penanganan darurat abrasi di kawasan pantai di Kota Padang.

Hadir dalam kunjungan kerja rombongan Gubernur Sumbar tersebut, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, Sekdaprov Sumbar, Alwis, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sumbar, Erman Rahman, Kepala Bappeda Provinsi Sumbar, Hansastri, Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumbar, Fathol Bari dan Kepala PSDA Provinsi Sumbar, Rifda Suriani.

baca juga: Pemprov Sumbar Antarkan Rendang Pakai Heli BNPB Dari Masyarakat Sumbar Untuk Warga NTT

Kehadiran rombongan Gubernur Sumbar waktu itu, diterima langsung oleh Kepala BNPB , Letjend TNI Doni Monardo, didampingi Sestama BNPB , Harmensyah, Deputi Tanggap Darurat, Dodi Ruswandi, Deputi Rehab-Rekon BNPB , Rifai, Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB , Rustian.

Sambutan baik dan respon cepat Kepala BNPB menindaklanjuti usulan Gubernur Sumbar beserta rombongan ini, tidak terlepas dari kedekatan melalui hubungan yang cukup baik terjalin, antara Pemprov Sumbar dengan BNPB selama ini.

baca juga: BNPB Bantu Sumbar Senilai 1,5 Miliyar, Bantuan Berupa Rapid Tes Antigen, Masker dan Hand Sanitizer

Sementara, tim verifikasi yang turun ke Provinsi Sumbar dipimpin oleh, Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB , Jarwansah dan Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat , Budi Erwanto dan jajaran. Selama berkunjung ke Provinsi Sumbar, tim verifikasi BNPB melaksanakan rapat koordinasi dengan Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar, Erman Rahman dan jajaran.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala PSDA Provinsi Sumbar, Rifda Suriani, Perwakilan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V, Dinas PUPR Provinsi Sumbar, BMKG dan Kepala BPBD Kota Padang.

baca juga: Kepala BNPB Tinjau Pembangunan Batu Pemecah Ombak Tugu Merpati: Tanam Pohon Sepanjang Pantai!

"Melalui rapat koordinasi tersebut, kita memaparkan secara detail kepada tim verifikasi BNPB , kondisi abrasi di kawasan pantai di Kota Padang dan rencana tekhnis penanggulangannya," ujar Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar, Erman.

Erman menambahkan, untuk penanganan abrasi di kawasan pantai di Kota Padang diusulkan penanganannya di empat titik. Yakni, di kawasan lokasi Mesjid Al Hakim, Jalan Nipah Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Tugu Merpati Perdamaian di Pantai Padang, Pantai Air Manis dan Pantai Pasir Jambak.

Dalam prosesnya, setelah tim verifikasi BNPB melakukan rapat koordinasi, kemudian dilanjutkan dengan survey lokasi hari itu juga. Di mana, tim verifikasi meninjau kondisi abrasi di empat titik lokasi tersebut. Kemudian dilakukan penajaman hasil verifikasi oleh tim.

Pemprov Sumbar, menurut Erman, mengusulkan anggaran BNPB sebesar Rp32 miliar, untuk penanggulangan abrasi di empat lokasi tersebut. Pasalnya, penanganan bencana abrasi butuh secepatnya, karena berdampak cukup besar terhadap hajat hidup orang banyak, dan dapat menyelamatkan aset infrastruktur yang dibangun di kawasan pantai tersebut.

"Mudah mudahan bulan ini langsung direalisasikan. Sehingga, kehidupan masyarakat di pesisir pantai dapat aman kembali, aset pemerintah dan rumah ibadah yang baru dibangun, dapat diselamatkan," harapnya.

Erman menegaskan, selama masa pandemi virus corona ini, BPBD Provinsi Sumbar tidak hanya fokus pada penanganan Covid-19. Tetapi juga selalu siapsiaga melakukan mitigasi bencana.

Selain memperjuangkan usulan anggaran BNPB untuk penanganan abrasi di kawasan pantai di Kota Padang, dalam mempersiapkan mitigasi bencana, BPBD Provinsi Sumbar juga melakukan simulasi gempa dan tsunami di masa pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu. "Dengan simulasi ini kita ingin masyarakat di masa Covid-19 ini, jangan lupa untuk selalu waspada terhadap ancaman gempa dan tsunami yang masih ada," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PSDA Provinsi Sumbar, Rifda Suriani menjelaskan, penanganan abrasi pantai di Kota Padang mencakup pelaksanaan pembangunan groin tipe T, sebagai pengamanan di sekitar bangunan Masjid Al-Hakim.

Kemudian pembangunan sea wall sepanjang 450 meter untuk pengamanan bangunan objek wisata Tugu Merpati Perdamaian dari abrasi yang semakin parah.

Sedangkan di Pantai Pasir Jambak dibutuhkan pembangunan tujuh unit groin sepanjang 1.4 km pada sepanjang garis pantai Pasir Jambak Untuk menanggulangi abrasi pantainya. Terakhir pembangunan groin tipe T sebanyak tiga unit di kawasan Pantai Air Manis dengan panjang 120 meter untuk setiap unit groinnya.(*)

[Hms-Sumbar]

Editor: Joni Abdul Kasir