BMKG Sebut Curah Hujan di Padang Termasuk Ekstrim

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG , KLIKPOSITIF --Badan Metereologi, Krimatologi dan Geofisika Stasiun Minangkabau mengungkapkan penyebab hujan deras yang melanda Kota Padang sejak Rabu (9/9) hingga Kamis 10 September 2020 dini hari. Menurut instansi yang yang memantau cuaca itu, curah hujan deras terjadi karena adanya pertemuan arah angin atau aliran angin.

"Dari analisis kami dari atmosfer, curah hujan yang tergolong ekstrim semalam terjadi karena adanya suatu pola konfergensi atau pola pertemuan arus angin atau aliran angin," kata Kepala Seksi Obserfasi dan Informasi BMKG Stasiun Minang Kabau, Yudha Nugraha, Kamis 10 September 2020.

baca juga: Bawaslu Solsel: Dari 126 Kegiatan Kampanye, Satu Dibubarkan

Menurutnya, arah angin saat itu berasal dari arah barat atau dari arah Samudera Hindia. Massa angin itu terpantau bersifat basah.

"Kandungan uap air yang dibawa itu cukup banyak dan ketika terjadinya konfergensi, terjadi penumpukan massa udara baru," lanjutnya.

baca juga: Panwascam Solsel Harapkan Hal Ini dari Masyarakat dalam Pilkada

Pengumpulan massa itu terjadi secara masif atau terus menerus, sehingga mengakibatkan penumpukan awan hujan yang semakin tebal.

"Pada malam harinya, kondisinya sudah mulai jenuh, akhirnya terjadilah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat karena kandungan uap air juga sangat tinggi," sambungnya.

baca juga: Resmikan Masjid Baabul Jannah, Bupati Solok Teringat Masa Kecilnya

"Di Kota Padang untuk curah hujan yang tercatat di beberapa titik seperti di Teluk Bayur 235,2 mili meter," kata Kepala Seksi Obserfasi dan Informasi BMKG Stasiun Minang Kabau, Yudha Nugraha, Kamis 10 September 2020.

Menurutnya, untuk beberapa lokasi lainnya di Kota Padang intensitas hujan tidak mencapai angka 200 mili liter. "Untuk di Pos Hujan Khatib Sulaiman terpantau 130 milimeter dan Nanggalo 158 mili meter," lanjutnya.

baca juga: Salahi Aturan, Bawaslu Solok Telah Tertibkan 1.916 APK

Menurutnya, keadaan cuaca tersebut sudah termasuk ekstrim. "Ini merupakan kondisi curah hujan yang ekstrim mulai malam hari hingga pagi hari tadi," lanjutnya.

Sementara pada paginya, pihaknya memantau curah hujan sudah mulai menurun.

"Agak siang nanti kami prediksi keadaan cuaca di Kota Padang akan sedikit berawan dan curah hujan tidak akan sederas tadi malam," tutupnya.

Meskipun begitu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat cuaca ekstrim. Karena mengingat akan terjadinya bencana yang tidak diinginkan.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri