Mutasi Virus Corona Baru, Pakar UGM: Jangan Panik

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Mutasi virus Corona yang disebut 10 kali lebih menular tidak perlu membuat panik masyarakat, menurut pakar dari Universitas Gadjah Mada. Kenapa?

Dilansir VOA Indonesia, Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, dr Gunadi Ph.D mengatakan pernyataan bahwa virus hasil mutasi ini sepuluh kali lebih infeksius baru ada di taraf uji coba laboratorium.

baca juga: Rencana Vaksinasi COVID-19 pada Minggu kedua November Terancam Molor

Butuh penelitian lanjutan yang sangat sulit untuk membuktikan, bahwa kemampuan yang sama dari virus berlaku pada manusia.

"Korber saja dari 999 sampel, dia juga kesulitan, karena untuk mengetahui dia sangat infeksius itu harus di-traced. Kenapa kok dia kesulitan, karena harus tahu misalnya A ketularan dari B, kemudian B ketularan dari C, itu kan sulit," ujar Gunadi kepada VOA.

baca juga: Kadis Kesehatan Pemko Pariaman Positif COVID-19

"Makanya dia juga enggak berani mengatakan pada tingkat manusia, karena dia mungkin tidak punya datanya. Akan kesulitan dia melacak 999 pasien itu, dia penularnya atau dia ditulari yang lain," lanjutnya.

Korber yang disebut Gunadi, adalah peneliti bernama Bette Korber dari Los Alamos National Laboratory.

baca juga: FDA Setujui Obat yang Digunakan Trump Menjadi Obat Covid-19

Pada April 2020 lalu, dia dan timnya mempublikasikan hasil penelitian mereka di BioRxiv.

Dalam tulisannya, Korber menyebut strain baru ini sangat dominan di Eropa dan Amerika Serikat.

baca juga: Riset Ungkap Menyusui Tekan Potensi Kanker Ovarium

Strain baru ini disebut D614G karena mengalami perubahan asam amino di posisi 614 dalam strukturnya dari D (asam aspartat) menjadi G (glisin).

Perubahan ini membuat virus berkembang lebih cepat dan mudah menyesuaikan diri pada inangnya.

Editor: Eko Fajri