Langganan Banjir, Ketinggian Air di SMKN 1 Sutera Pessel Setinggi Lutut Orang Dewasa

Kondisi banjir yang merendam SMKN 1 Sutera Kamis pagi
Kondisi banjir yang merendam SMKN 1 Sutera Kamis pagi (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Akibat banjir , Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sutera terpaksa meliburkan aktivitas belajar dan mengajar, Kamis 10 September 2020. Banjir menggenangi sekolah tersebut, mencapai setinggi lutut orang dewasa.

Sebelumnya, aktivitas belajar mengajar tatap muka telah dimulai kembali di Pessel , sejak 24 Agustus 2020 setelah sebelumnya didaerah tersebut juga dilakukan sistem ajar jarak jauh akibat pandemi COVID-19.

baca juga: Tim Gabungan Yustisi Pessel Sasar Objek Wisata, 43 Orang Pengunjung dan Masyarakat Disanksi Lakukan Hal Ini

Informasi yang diterima banjir yang melanda sekolah ini, terjadi sejak pukul 08.00 WIB akibat curah hujan deras dari malam. Tidak hanya halaman, bagian gedung sekolah juga terendam.

"Ya, siswa kami liburkan. Karena, hampir sebagian gedung sekolah terendam, "ungkap Kepala Sekolah SMKN 1 Sutera, Lili Suryati kepada KLIKPOSITIF melalui whatshap.

baca juga: Sungai Meluap, Akses Antar Kampung di Kambang Utara Pessel Lumpuh Total Terendam Banjir

Ia menjelaskan, banjir yang melanda sekolah itu, tidak terjadi di kali ini saja. Sudah berulangkali, bahkan setiap direndam banjir aktivitas sekolah -pun ikut terganggu.

"Salama tahun 2020 ini, sudah lima kali. Dan kami sudah ngadu ke PSDA belum ada tanggapan, mediasi dengan pihak nagari dan camat juga belum ada jalan keluar," jelasnya.

baca juga: Kabar Duka, Herman Nawas Pendiri UPI YPTK Berpulang

Sejauh ini, untuk mencegah banjir pihak SMKN 1 Sutera sudah berupaya dengan menambah pagar sekolah . Berharap untum bisa mencegah banjir , namun hasilnya tetap nihil.

"Karena selokan irigasi yang ada di depan sekolah hingga keseberang jalan sudah tertutup. Jadi mau bagaimana-pun, tetap banjir jika irigasinya belum diperbaiki," terangnya.

baca juga: Covid-19 di Pessel Hari Ini : 9 Orang Sembuh dan Positif Bertambah 1

Lanjutnya, mengingat kondisi banjir yang berungkali merendam sekolah tersebut, pihaknya berharap instansi berwenang untuk segera mendaklanjutinya. Sebab, jika tidak setiapkali banjir , aktivitas sekolah akan terganggu dan berdampak terhadap proses belajar siswa.

"Tapi untuk hari tadi, guru tetap datang. Namun, siswa diliburkan karena banjir tidak memungkinkan dilakukan proses belajar. Maka, tadi dipulangkan," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Eko Fajri